Jumat, 20 Juli 2018, 1:55
Home / Uncategorized / PAKDE KARWO : PENGUSAHA DIIMBAU BERIKAN MAKAN DAN MINUM TERHADAP PEMUDIK
Gubernur Jatim Soekarwo Memberikan Keterangan Pers Usai Rakor Persiapan Penyelenggaraan Angkutan Lebaran Terpadu di Jawa Timur Tahun 2017/1438 H Fi Sangri - La Hotel Senin (12/06). Sumber Foto : Haludin Ma'waledha

PAKDE KARWO : PENGUSAHA DIIMBAU BERIKAN MAKAN DAN MINUM TERHADAP PEMUDIK

WAGATABERITA.COM – SUARABAYA. Gubernur Jawa Timur (Jatim) Soekarwo meminta pengusaha untuk ikut berpartisipasi kepada para pemudik, terutama daerah – daerah rest area yang telah tersedia.

Itu disampaikan Pakde Karwo, sapaan akrab Gubernur Jatim pada Rapat Koordinasi Persiapan Penyelenggaraan Angkutan Lebaran Terpadu Provinsi Jawa Timur Tahun 2017/1438 Hijriah bertempat di Sangri – La Hotel, Surabaya, Senin (12/06/2017).

Kata Pakde Karwo, pengusaha, terutama pengusaha yang bergerak pada sektor jasa angkutan, jangan hanya memanfaatkan mudik lebaran sebagai peluang bisnis, tetapi juga bisa digunakan waktu yang tepat untuk berbagi, apa lagi bulan ramadhan merupakan bulan berkah. ‘’Ini kesempatan bagi pengusaha untuk beramal pada bulan berkah ini. Siapkan makan dan minum untuk takjil di rest – rest area bagi pemudik,‘’ kata Pakde Karwo mengajak para pengusaha jasa transportasi yang turut hadir pada Rakor Persiapan Mudik Lebaran dengan Kementerian Perhubungan RI, Gubernur Jatim, Pangdam V Barawijaya dan Kapolda Jatim itu.

Pada kesempatan itu, Gubernur Jatim, juga menekankan kepada para pengusaha transportasi, utamanya moda transportasi darat untuk mempersiapkan kondisi kendaraannya, mulai dari mesin, ban dan AC. Ini agar pemudik aman dan nyaman dalam perjalanan hingga sampai tujuan. Dengan begitu, mereka akan merasa bahagia menggunakan moda transportasi darat yang tersedia. ‘’Kondisi interior di dalamnya, juga diperbaiki disemprot dengan wangi – wangian,‘’ tandas Pakde Karwo.

Kepada para petugas inti di lapangan seperti TNI – Polri dan instansi terkait, harus memberikan pelayanan yang ramah dan sejuk terhadap para pemudik. ‘’Kita akan bangga kalau pemudik merasa aman dan nyaman. Meski macet, tapi kalau ada teman, mereka pasti merasa nyaman,‘’ ujarnya.

Sementara kepada petugas penunjang seperti Dinas Pekerjaan Umum dan Balai Jalan dan Dinas Kesehatan, juga harus bersiap diri di lapangan.

Prinsipnya, jangan ada jalan berlubang yang dilewati pemudik. Mau jalan kabupaten, provinsi dan nasional, jika ada lubang harus segera ditutup. Begitu pula dari sisi pelayanan kesehatan, harus dipersiapkan pada titik – titik tertentu ada puskesmas maupun pustu untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada pemudik.

Provinsi Jawa Timur selama ini merupakan daerah tujuan mudik lebaran dari berbagai daerah di tanah air, mulai dari Aceh hingga Papua. Hampir semua daerah di Indonesia ada orang Jawa Timur.

Di Aceh misalnya, pasti ada penjual makanan dari Jawa Timur, begitu pula di Papua dan Maluku, juga banyak orang Jawa Timur di sana. Lebaran ini, pasti mereka pulang ke kampung halaman (mudik). ‘’Ini perlu kita persiapkan dengan baik, jangan ada penumpukkan penumpang,‘’ tandas Pakde Karwo.

Data tahun 2016 lalu, jumlah pemudik ke Jawa Timur mencapai 52,4 juta orang. Tahun ini diperkirakan akan terjadi peningkatan jumlah pemudik hingga 11 – 12 persen atau berkisar 54 juta orang. ‘’Ini setara dengan jumlah wisatawan di Prancis,‘’ kata Pakde Karwo, lalu menambahkan, karena itu semua yang terlibat dalam kegiatan mudik lebaran untuk memberikan pelayanan yang lebih baik. Semakin baik pelayananan, akan semakin sehat pula bagi pemudik maupun aparat yang meberikan pelayanan.

Sementara itu Inspektur Jenderal Kemeterian Perhubungan RI Wahju Satrio Utomo, mengharapakan pemberian pelayanan kepada pemudik dapat dilakukan sebaik mungkin. Harus lebih baik dibanding tahun sebelumnya. ‘’Itu harapan Presiden Joko Widodo,‘’ katanya.

Dia menambahkan, kepada para pemudik, juga harus menaanti aturan – aturan lalu lintas, jangan mudik menggunakan sepeda motor karena itu lebih membahayakan para pemudik itu sendiri. ‘’Mudik menggunakan sepeda motor rawan kecelakaan, itu membahayakan diri sendiri, apalagi berboncengan lebih dari satu orang,‘’ tandasnya.

Dia mengimbau bagi pemudik yang ingin membawa serta sepeda motornya, sebaiknya dititipkan pada angkutan truk yang telah disediakan, khusus mengangkut kendaraan sepeda motor para pemudik. (Haludin Ma’waledha)

Check Also

OMBAK BESAR DI DANAU TELAGA SARANGAN

WAGATABERITA.COM – MAGETAN. Telaga Sarangan Magetan yang ramai dikunjungi pada libur Lebaran H+2, Sabtu (16/06/2018)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *