WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Tiga anggota komplotan Lampung pelaku perampokan terhadap David Tanoto, diringkus tim resmob Polda Metro Jaya di Banyuwangi, Jawa Timur, Senin (19/06), pukul 19 : 30 WIB.
Mereka yang tertangkap adalah Syafril, Nazir dan Rachel. Syafril terpaksa di tembak karena melawan petugas dan tewas saat dibawa ke rumah sakit.

Kini jenazahnya berada di ruang mayat RSUD dr Soetomo Surabaya untuk dioutopsi. Sedangkan Nazir dan Rachel dititipkan di tahanan Mapolda Jawa Timur. Rachel merupakan pacar Syafril.
Direktur Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Metro Jakarta Raya, Kombespol Rudi Hariyanto Adi Nugroho mengatakan, pihaknya menurunkan 10 anggota kepolisian untuk mengejar Syafril cs.

“Para tersangka ini mau melarikan diri ke Bali. Mereka memilih ke Bali karena Lampung, tempat asal mereka sudah kami kepung,” terang Rudi kepada wartawan di ruang jenazah RSUD dr Soetomo Surabaya, Selasa (20/06/2017).
Rudi menuturkan, Syafril ditangkap di rumah temannya di Banyuwangi. “Saat itu ketiganya ada di satu rumah,” ungkap Rudi.
Setelah tertangkap, ketiga digeledah dan petugas menemukan uang sebanyak Rp 6 juta, enam telepon seluler dan jaket yang dikenakan Syafril saat beraksi. Sedangkan senjata api rakitan yang digunakan merampok tidak ditemukan.

“Katanya sudah dibuang di jalan by pass Porong, Sidoarjo,” terang Rudi.
Polisi lalu menggiring ketiganya untuk menunjukkan tempat pembuangan senjata api tersebut. Namun, sampai di tempat yang dimaksud, Syafril mau merampas senjata api milik petugas.
“Terpaksa dia kami lumpuhkan. dia meninggal saat dibawa ke rumah sakit terdekat,” kata Rudi.
Rudi menerangkan, komplotan Lampung mempunyai anggota lebih dari 10 orang. Mereka sudah melakukan aksi perampokan di 24 tempat di berbagai tempat sejak April 2017. Seperti di Tangerang, Bogor, Bekasi dan Jakarta. Bahkan Syafril dan Nizar merupakan residivis.
“Mereka spesialis merampok nasabah bank. Total uang yang sudah mereka dapatkan sejak April lalu, sebanyak satu setengah miliar rupiah. Motivasi mereka karena urusan ekonomi,” beber Rudi.

Saat beraksi, mereka berbagi tugas. Ada yang menentukan korban, penghalang dan eksekutor.
Ketika merampok Davidson Tanoto, di SPBU di Jalan Daan Mogot Cengkareng, pada 9 Juni lalu Syafril bertugas sebagai eksekutor sekaligus kapten, Nazir bertugas menghalangi apabila mereka dikejar dan Rachel sebagai penyewa apartemen sebagai markas mereka. Dari tangan korban, pelaku membawa kabur uang sebanyak Rp 300 juta dan ini merupakan yang terbanyak. (Anggun)
Wagata Berita wagata berita adalah website yang berisikan berita-berita terkini.