WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Warga yang melakukan perjalanan dari Probolinggo menuju Surabaya pada Jumat (30/06/2017) pagi benar – benar beruntung. Sebab tidak
merasakan kemacetan sama sekali. Begitu juga arah sebaliknya.
Reporter wagataberita.com sengaja memilih jalur non tol menuju Surabaya.

Dari pantauan di lapangan, pengguna jalan protokol nasional ini bisa memacu kendaraannya sampai 80 kilometer per jam. Terutama sepanjang jalan Probolinggo menuju Pasuruan.
Tapi saat memasuki kota Pasuruan, Bangil dan Gempol, arus lalu lintas sedikit merayap karena adanya traffick light, persimpangan dan jalan menyempit.
Seperti saat memasuki kota Bangil. Kendaraan harus berjalan perlahan karena ada perlintasan kereta api dan jalan menyempit. Begitu juga saat di pertigaan Gempol (selatan jembatan, red) tidak ditemukan kepadatan dan kemacetan.

Dari Gempol menuju Sidoarjo dan Surabaya, arus lalu lintas begitu lancar. Simpang empat Gedangan dan bundaran Waru yang biasanya macet, terlihat lancar. Saat memasuki Jalan Ahmad Yani Surabaya, kondisi lalu lintas begitu lengang.
Perjalanan dari Probolinggo menuju Surabaya masih didominasi kendaraan roda empat dan roda dua.
Beberapa pengendara sepeda motor terlihat berjalan beriringan. Mereka berjalan berhati – hati karena membawa barang bawaan.
Edi (28), pengendara motor yang sempat kami wawancarai, mengaku tak berani memacu kendaraannya lebih dari 60 kilometer per jam.

“Takut pak, boncengan dan bawa barang seperti ini nggak mungkin ngebut,” aku Edi.
Edi mengatakan dia berangkat dari Jember pukul 09 : 00 WIB. Sesampai di Probolinggo dia istirahat untuk sholat jumat. Sekira pukul 12 : 30 WIB dia melanjutkan perjalanan, dan sampai di Surabaya pukul 14.30 WIB.
“Saya tadi istirahat untuk sholat Jumat dulu. Nggak nyangka cuma dua jam perjalanan. Benar – benar lancar,” ungkap warga Gayungsari ini. (Anggun)
Wagata Berita wagata berita adalah website yang berisikan berita-berita terkini.