Senin, 23 Juli 2018, 14:31
Home / PROBOLINGGO / DONGKRAK PARIWISATA, EVEN BUDAYA SEGERA DIGELAR DI LAUTAN PASIR GUNUNG BROMO
Press Confrence Eksotika Bromo. Sumber Foto : Zulkiflie

DONGKRAK PARIWISATA, EVEN BUDAYA SEGERA DIGELAR DI LAUTAN PASIR GUNUNG BROMO

WAGATABERITA.COM-PROBOLINGGO. Guna mendongkrak kunjungan wisatawan ke Kabupaten Probolinggo Jawa Timur, Pemerintah setempat bersama pihak swasta, melakukan terobosan dengan menggelar sebuah even budaya yang berlatar alam, bertema Eksotika Bromo.

Even tersebut rencananya, akan diselenggarakan di lautan pasir gunung Bromo Tengger, pada 7 – 8 Juli 2017 mendatang. Beragam acara seperti Sendratari Kidung Tengger, Pembacaan Puisi Kusuma, Pembacaan Memory Rafles, dan Art Performance dari sejumlah daerah, akan tampil pada even Eksotika Bromo.

Sejumlah tamu undangan penting rencananya akan turut hadir dalam acara yang penuh nuansa budaya dan alam itu. Diantaranya, Arief Yahya (Menteri Pariwisata), Puan Maharani (Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan), Puput Tantriana Sari (Bupati Probolinggo), dan beberapa bupati dari 3 kabupaten lainnya, seperti Lumajang, Pasuruan, dan Malang.

“Even kali ini merupakan bagian dari serangkaian acara menjelang upacara Yadnya Kasada, yang jatuh pada 9 Juli mendatang. Selain untuk melestarikan keragaman budaya di Jatim, even ini digelar guna meningkatkan kunjungan wisatawan lokal maupun mancanegara ke obyek wisata Bromo, maupun tempat wisata di Kabupaten Probolinggo lainnya” terang Sidik Wijhanarko, Kepala Dinas Pemuda, Olah Raga, Pariwisata dan Budaya kabupaten Probolinggo.

Tim penyelenggara Eksotika Bromo, Gita Rina menyampaikan, sebanyak 250 peserta akan ikut dalam even Eksotika Bromo. Para peserta berasal dari sejumlah daerah di Indonesia, seperti Art Performance, Jegog Suar Agung Jembrana (Bali), Tari Pepe’ Pepe’Bainea Ri (Gowa), Perkusi UI Daul Pamekasan (Madura).

Sementara itu, Kepala Dinas Kominfo kabupaten Probolinggo Tutug Edi Utomo menyampaikan, Eksotika Bromo merupakan even yang baru digelar pertama kali oleh pemerintah kabupaten Probolinggo, bersama kelompok sadar wisata desa Jetak Sukapura, Komunitas Matanesia, dan 3 Kementerian meliputi Pendidikan dan Budaya, Pariwisata, dan Lingkungan Hidup.

“Semoga dengan adanya even kali ini, bisa bermanfaat ekonomi baik sektor pengembangan wisata, masyarakat, maupun pelestarian budaya,” terang Tutug. (Zulkiflie/Dir)

Check Also

SUSI SUSANTI NYALAKAN API OBOR DI BROMO

WAGATABERITA.COM – PROBOLINGGO. Pawai obor “Torch Relay” Asian Games 2018, akhirnya tiba di obyek

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *