WAGATABERITA.COM – PROBOLINGGO. 4 warga binaan pemasyarakatan, pomdok Darut Taubah, Rutan kelas 2B Kraksaan kabupaten Probolinggo Jawa Timur, Sabtu (29/07/2017), dibai’at majelis ulama Indonesia (MUI) setempat, setelah memilih berpindah agama.
Warga binaan tersebut, sebelumnya merupakan warga penganut agama Hindu, dan kini beralih memilih memeluk agama Islam. Secara khidmat, keempatnya melakukan pembacaan 2 kalimat Syahadat, sebagai syarat utama masuk agama Islam.
Perpindahan agama warga binaan dari Hindu ke agama Islam tersebut, diakui keempatnya tanpa paksaan, dan dilakukan secara sadar dengan pertimbangan matang. Proses pembai’atan menjadi seorang mu’allaf itu, disaksikan oleh ratusan warga binaan lain dan belasan ulama yang hadir pada kesempatan tersebut.
Pengasuh Ponpes Zainul Hasan Genggong Probolinggo, KH Mohammad Haris Damanhuri menyampaikan, rumah tahanan dan lembaga pemasyarakatan adalah sebuah tempat yang juga memerlukan perhatian lebih. Mereka merupakan bagian dari masyarakat, dan akan kembali lagi kemasyarakat nantinya.
“Saya harap para mualaf ini, nantinya bisa diterima oleh semua lapisan masyarakat, baik yang seiman maupun lainnya. Intinya mereka telah menjadi muslim,” tutur Haris.
Sementara itu, menurut kepala Rutan kelas 2b Kraksaan, Muhammad Kafi, pendekataan secara kultural dinilai sangat efektif, dalam membimbing dan membina warga binaan, disamping terus memberikan siraman rohani.
Usai melakukan prosesi pembai’atan dan pembacaan 2 kalimat syahadat, 4 orang mu’allaf itu lantas, melakukan penandatanganan berkas pernyataan memeluk agama Islam, sebagai penanda keempatnya resmi menjadi pemeluk agama Islam. (Zulkiflie/Halu)
Wagata Berita wagata berita adalah website yang berisikan berita-berita terkini.