Jumat, 20 Juli 2018, 9:24
Home / RELIGI / WUJUD SYUKUR, NELAYAN DI TRENGGALEK LAKUKAN LARUNG SEMBONYO
Gunungan Tumpeng Raksasa Yang Akan Dilarung Oleh Nelayan Pantai Prigi. Sumber Foto : Ayu Mila Sari

WUJUD SYUKUR, NELAYAN DI TRENGGALEK LAKUKAN LARUNG SEMBONYO

WAGATABERITA.COM – TRENGGALEK. Para nelayan dan masyarakat di pesisir Pantai Prigi Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek lakukan upacara Larung Sembonyo. Hal tersebut dilakukan sebagai wujud syukur atas rejeki yang telah diberikan oleh Yang Maha Kuasa. Masyarakat yang ada dipesisir Pantai Prigi didominasi bermata pencaharian sebagai nelayan, dan tradisi Larung Sembonyo ini merupakan bentuk syukur serta untuk menghormati leluhurnya dengan melarung sebuah gunungan tumpeng raksasa yang dilengkapi dengan ingkung serta sesaji lainnya ke tengah laut.

Menurut mitos yang beredar, dipercaya jika upacara Larung Sembonyo ini tidak dilakukan maka Masyarakat meyakini akan ada gangguan seperti tangkapan ikan sepi, gagal panen, adanya wabah penyakit, bencana alam dan lain sebagainya.

Dia mengatakan, salah satu sesepuh setempat, Sembonyo merupakan nama mempelai tuhan berupa boneka kecil yang terbuat dari tepung beras ketan dan dibentuk seperti layaknya mempelai yang sedang bersanding. “Karena Sembonyo ini menggambarkan mempelai, maka perlengkapan upacara adat ini juga dilengkapi dengan asahan atau sesaji serta perlengkapan lain seperti upacara tradisional Jawa,” terang Heru Riyanto saat dikonfirmasi, Senin (14/08/2017).

Tradisi inilah yang sampai saat ini dipertahankan secara turun – temurun oleh warga masyarakat Prigi. Akan tetapi seiring perkembangan, Larung Sembonyo ini tidak jatuh pada Senin Kliwon melainkan pada Ahad (Minggu) Kliwon. Sebelum dilarung, Gunungan tumpeng raksasa akan di arak dan dibawa ke tengah laut dengan memanjatkan doa oleh para nelayan.

0

Lebih lanjut bapak 2 anak ini mengatakan, warga masyarakat Prigi memilih Kliwon pada pasaran penanggalan Jawa lantaran praktis pada hari Minggu masyarakat luar Trenggalek bisa menyaksikan dan mengikuti tradisi Larung Sembonyo ini.

“Diharapkan dengan adanya tradisi Larung Sembonyo ini, warga masyarakat khususnya di pesisir Pantai Prigi mendapatkan rejeki yang melimpah dan dijauhkan dari malapetaka,” imbuhnya.

Selain itu, upacara adat Larung Sembonyo (Sesaji) ini akan terus dilakukan sebagai bentuk wujud syukur masyarakat di pesisir Pantai Prigi serta menjadikan warisan budaya yang patut dilestarikan. Dengan begitu, tak hanya masyarakat lokal saja yang dapat menyaksikan tradisi nenek moyang ini, melainkan wisatawan domestik juga dapat mengikuti Larung Sembonyo ini sehingga dapat meningkatkan potensi wisata Kabupaten Trenggalek khusus pesisir Pantai. (Ayu Mila Sari/Halu)

Check Also

IRT DOMINASI CJH KOTA PROBOLINGGO

WAGATABERITA.COM – PROBOLINGGO. Kalangan ibu rumah tangga atau IRT sebanyak 62 orang, mendominasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *