Jumat, 17 April 2026, 11:30
Home / HOTNEWS / 100 CALON PENUMPANG TERLANTAR, KEPALA SOP RAHA TERANCAM DIGANTI

100 CALON PENUMPANG TERLANTAR, KEPALA SOP RAHA TERANCAM DIGANTI

WAGATABERITA.COM – MUNA. Entah ada apa dengan pihak Syahbandar Otoritas Pelabuhan (SOP) Nusantara Raha dan pihak jasa angkutan laut KM Uki Raya, yang tidak mengoperasikan kapalnya rute Raha – Kendari. Akibatnya, pada Jumat (01/09/2017), sekira pukul 20 : 45 hingga pukul 22 : 10 WITA sekira 100 masyarakat yang menjadi calon penumpangnya diterlantarkan.

Salah seorang warga Muna, Rugaya yang merupakan calon penumpang KM Uki Raya, yang akan berangkat pada malam itu, kepada wagataberita.com mengatakan, jika dirinya kecewa dengan perilaku KM Uki Raya dan Syahbandar yang tidak memberikan informasi sebelumnya kepada mereka calon penumpang.

“Baru Kali ini juga seperti ini. Kapalnya  tidak jadi berangkat. seharusnya mereka informasikan kepada kami kalau jadwal keberangkatan mereka tidak ada malam ini (malam sabtu). Jangan kita dikasih terlantar seperti ini,” keluhnya.

Calon penumpang itupun menjelaskan jika mereka sudah duduk berjam – jam di gerbang pelabuhan nusantara raha, namun belum mendapatkan informasi dari pihak syahbandar pelabuhan raha.

“Dari tadi kami menunggu disini. Tidak ada satupun petugas syahbandar yang sampaikan informasi kepada kami, kalau kapalnya tidak jadi berangkat. Hanya seseorang yang lewat entah itu buruh pelabuhan atau masyarakat biasa yang sampaikan jika kapalnya tidak jadi berangkat malam ini. Itupun kami masih belum percaya. Seharusnya mereka sampaikan sejak pagi, biar kami juga tau,” ucapnya seraya mengatakan kalau tidak jadi berangkatnya kapal KM Uki Raya karena sedikit penumpangnya.

Sekira puluhan orang warga Muna Barat, dengan menggunakan mobil,   yang juga adalah calon penumpang kecewa dengan ulah syahbandar dan KM Uki Raya. “Kalau di kota besar, sudah lama di usir kapal laut seperti ini. Jika siap mengambil penumpang, jangan hanya berharap saja dengan keuntungan. Harus siap juga dengan rugi. Orang usaha itu bukan hanya untung yang siap di hadapi, tapi rugi juga. Jangan ambil penumpang kalau tidak mau juga dengan rugi. Kami ini banyak hampir 100 orang. Siapa tau saja kalau dari kendari bisa lebih lagi penumpangnya. Mana kami punya urusan penting,” tutur salah seorang warga Muna Barat, calon penumpang kapal malam itu.

Sementara Kepala SOP Nusantara Raha, Zainuddin yang dihubungi pertama kali oleh wagataberita.com melalui telepon genggamnya terkait hal itu menjelaskan, jika dirinya belum tau karena dirinya sedang berada di luar daerah.

“Saya lagi berada di Kolaka. Saya belum tau kalau hal itu. Tunggu saya tanyakan dulu kepada anggota saya,” katanya.

Anehnya  selang beberapa menit saat dihubungi kembali, saat ditanyai mengapa hingga pintu gerbang pertama dipelabuhan di tutup rapat, Kepala SOP Nusantara Raha, dengan nada keras kepada wartawan wagataberita.com, ia menampik jika di Pelabuhan Raha itu tidak ada aktifitas.

“Ia kapalnya malamnya (KM Uki Raya) tidak berangkat dan malam ini tidak ada aktifitas di pelabuhan. Tidak ada aktifitas. Memang gerbang terakhir dipelabuhan ditutup rapat. Semua ditutup karena tidak ada aktifitas. Itu beralaku sejak saya kepala SOPnya,” katanya dengan nada keras.

Terlihat para calon penumpang yang berada di dua daratan Muna itu, terus mengusik dengan berbagai ucapan yang ditujukan kepada SOP Nusantara Raha dan KM Uki Raya. Adapun yang mengeluarkan ucapan jika Kepala Syahbandar tidak tegas dan bijak melihat kondisi masyarakat pengguna jasa angkutan laut. Mereka pun menduga jika kepala Syahbandar melakukan permainan dengan pihak KM Uki Raya.

“Kepala Pelabuhan Harus di ganti. Kami berharap Pemerintah setempat dan DPRD dapat melihat kekecewaan kami sebagai masyarakat pengguna jasa angkutan laut. Lebih baik tidak usah menyediahkan kapal laut yang mau berangkat sesuai kemauannya,” ucap seorang lelaki parubaya itu saat turun dari mobil yang ditumpanginya. (Zainal Arifin Suyoto /Halu)

Check Also

KONDISI TERKINI DI LOKASI ERUPSI GUNUNG SEMERU

WAGATABERITA.COM – LUMAJANG. Tragedi bencana alam kembali terjadi di Indonesia. Erupsi terjadi pada gunung