Selasa, 12 Desember 2017, 21:15
Home / EKONOMI / PENGUSAHA JASA ANGKUTAN DORONG PENURUNAN BIAYA LOGISTIK
Ketua Umum Dewan Pemakai Jasa Angkutan Indonesia (Depalindo) Toto Dirgantoro Saat Memberikan Sambutan Di Salah Satu Hotel Di Surabaya Kamis (07/09/2017). Sumber Foto : Endri Soedarto

PENGUSAHA JASA ANGKUTAN DORONG PENURUNAN BIAYA LOGISTIK

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Nilai ekspor Indonesia sepanjang Januari hingga Juli 2017 mencapai 93,59 miliar dolar AS atau mengalami peningkatan 17,32 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2016. Namun, kenaikan ekspor nasional itu tidak diikuti Jatim.

Hingga Juli tahun ini nilai ekspor Jatim tercatat turun dibanding pada periode yang sama tahun 2016 lalu, yakni mencapai 10.395,95 juta dollar Amerika Serikat (AS) atau turun 2,95 persen. Pada tahun 2016 ekspor jatim mencapai 11.268,21 juta dollar AS.

Hal itu yang mendasari Kongres ke X dalam Dialog Interaktif Dewan Pemakai Jasa Angkutan Indonesia (Depalindo) sekaligus diskusi bertema Mendorong Peningkatan Ekspor Nasional Dengan Menekan Biaya Logistik digelar di Hotel Bumi Surabaya, Kamis (07/09/2017).

“Kenaikan ekspor secara nasional tidak diikuti oleh Jatim. Sehingga perlu ada usaha atau duduk bersama antara stakeholder mulai dari pengusaha eksportir dan terkait, mulai dari Kementerian Perdagangan, Bea dan Cukai, serta Balai Karantina Tanaman dan Pertanian serta Pelindo III untuk membahas masalah ini,” kata Ketua Panitia, Isdarmawan Asrikan.

Apalagi secara umum dan rata – rata, harga produk ekspor, menempel biaya logistik yang mencapai 15 persen hingga 20 persen. Sehingga barang menjadi lebih mahal dan menjadi kurang memiliki daya saing di pasar global. Akibatnya pasar ekspor memilih produk yang lebih murah.

“Besarnya biaya logistik ini sudah dimulai sejak impor. Regulasi terhadap barang impor, membuat harga barang saat jadi sudah naik. Sementara saat diproduksi menjadi bahan jadi, pengusaha sudah melakukan tekanan pada harga. Selanjutnya biaya pengiriman saat penjualan ekspor yang tinggi, membuat nilai produk tinggi,” jelas imbuh Toto Dirgantoro, Ketua Umum Depalindo.

Dalam kegiatan yang berlangsung di Surabaya, para undangan pengusaha yang hadir, sudah menyiapkan materi yang bisa disampaikan ke para stakeholder pengambil dan pelaksana kebijakan untuk mendukung usaha peningkatan ekspor melalui pengurangan biaya logistik. Selain diskusi, Kongres Depalindo ke X juga ada agenda pemilihan Ketua Umum baru.

“Kami sangat melihat potensi Surabaya, karena semangat pengusahanya yang kompak dan kondisi ekonomi Jatim, meski angka ekspornya turun, namun pertumbuhan ekonominya masih lebih tinggi dibanding nasional,” ungkap Toto. (Endri soedarto/Halu)

Check Also

PERTUMBUHAN PEREKONOMIAN DI TRENGGALEK MELAMBAT DI 5 TAHUN TERAKHIR

WAGATABERITA.COM – TRENGGALEK. Selama 5 tahun terakhir, diketahui pertumbuhan perekonomian di Kota Tempe Kripik semakin melambat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *