Kamis, 20 September 2018, 17:56
Home / NEWS / 2 WARGA KABUPATEN PROBOLINGGO TERINDIKASI DIFTERI
Pasien Difteri Di Ruang Perawatan RSUD Waluyo Jati Kraksaan, Selasa (12/12/2017), Sumber Foto : Zulkiflie

2 WARGA KABUPATEN PROBOLINGGO TERINDIKASI DIFTERI

WAGATABERITA.COM-PROBOLINGGO.

Dua warga Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, masing-masing remaja berusia 19 tahun asal Pulau Gili, Kecamatan Sumberasih dan bocah berusia 9 tahun asal kelurahan Sidomukti, Kecamatan kraksaan, dilaporkan terjangkit difteri.

Keduanya kini dirawat di RSUD Waluyo Jati Kraksaan, Probolinggo, guna mendapatkan perawatan medis. Pasien asal pulau Gili masuk rumah sakit sekitar 9 Desember lalu, dan hingga kini dinyatakan suspect difteri.

Sedangkan bocah asal kelurahan Sidomukti dilarikan ke rumah sakit, pada Senin (11/12) malam kemarin, setelah dinyatakan positif difteri.

Humas RSUD Waluyo Jati Kraksaan, Sugianto mengatakan, sampai saat ini pasien yang dirawat di rumah sakit lantaran Difteri, masih ada 2 orang. Mereka, merupakan pasien asal kecamatan Sumberasih dan kecamatan Kraksaan.

“Pasien dari pulau Gili ini masih dicurigai, tetapi kita perlakukan seperti pasien difteri karena gejala – gejalanya mengarah ke difteri. Untuk proses penanganan tentu mengacu pada SOP (Standart Operating Procedur_red) yang ada, dokter memakai aturan itu. Korban sudah kami kasih obat vaksin difteri, agar kondisinya segera pulih,” terang Sugianto, Selasa (12/12/2017).

Ditempat terpisah, dokter spesialis anak RSUD Waluyo Jati Kraksaan, Muhammad Rezza, Biomed, Spa, menjelaskan jika penyebaran penyakit itu murni dari kuman, seperti penyebab pada batuk, pilek atau influensa. Hanya saja, penyebarannya tidak terpola secara merata karena faktor imunisasi, yang tidak semua orang melakukannya.

“Ada satu atau dua orang terinfeksi karena tidak melakukan vaksinasi, meskipun kecil tapi jika lingkungan sekitarnya mayoritas tidak mengikuti imunisasi, potensi penyebarannya sangat besar. Cara mencegahnya, ya harus imunisasi dan menjaga kebersihan,” jelas dr. Rezza melalui sambungan seluler.

Diketahui, Difteri merupakan infeksi menular yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium. Gejalanya berupa sakit tenggorokan, demam, dan terbentuknya lapisan di amandel dan tenggorokan. Dalam kasus yang parah, infeksi bisa menyebar ke organ tubuh lain seperti jantung dan sistem saraf. (Zulkiflie/Halu)

Check Also

KEMEN PPPA SOSIALISASI PENERAPAN DISIPLIN POSITIF DALAM MENCEGAH KEKERASAN PADA ANAK DI SEKOLAH

WAGATABERITA.COM – BERAU. Hasil penelitian Plan International dan ICRW tahun 2015 menunjukkan bahwa tingkat kekerasan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *