Senin, 28 Mei 2018, 12:08
Home / PROBOLINGGO / BEGINI KESERUAN MALAM TAHUN BARU MASYARAKAT SUKU TENGGER BROMO
Camat Sukapura Yulius Christian, Minggu (31/12/2017), Sumber Foto : Zulkiflie

BEGINI KESERUAN MALAM TAHUN BARU MASYARAKAT SUKU TENGGER BROMO

WAGATABERITA.COM – PROBOLINGGO. Cara berbeda dilakukan masyarakat suku Tengger, guna merayakan malam pergantian tahun baru 2018. Mereka menggelar Bromo Night Carnival, atau karnaval Bromo pada malam hari, Minggu (31/12/2018).

Dalam karnaval kali ini, sejumlah kesenian dan tarian Nusantara, melakukan pawai dengan rute sejauh 2 km. Dimulai dari balai desa Ngadisari hingga selesai di sekolah dasar desa Jetak, kecamatan Sukapura kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.

Kesenian gamelan khas Bali, menjadi penampilan pembuka, pada Bromo Night Carnival. Kesenian Gamelan beranggotakan sekitar 15 musisi tersebut, secara serempak memainkan alat musiknya masing – masing, guna menghibur warga suku Tengger.

Tak hanya penampilan musik tradisional, ada juga penampilan kesenian jaranan, kesenian Bantengan, Tarian Reog, Tarian Rengganis, hingga parade busana modern, pada gelaran Bromo Night Carnival kali ini.

Tarian Rengganis Di BNC, Minggu (31/12/2017), Sumber Foto : Zulkiflie

Adanya Bromo Night Carnival ini pun, sangat direspon positif oleh warga suku Tengger. Seperti yang diungkapkan Kristin, salah seorang warga suku Tengger, asal desa Jetak, kecamatan Sukapura.

Menurutnya, adanya Bromo Night Carnival sangat menghibur warga, sekaligus bisa dimanfaatkan sebagai momen menunggu malam pergantian tahun. “Bagus lah, menarik juga ada pawai seperti ini. Apalagi ini yang pertama kali, semoga tahun depan ada lagi,” ungkap Kristin.

Sementara itu, Camat Sukapura Yulius Christian menyampaikan, digelarnya Bromo Night Carnival bertujuan untuk memberikan hiburan bagi warga suku Tengger pada malam tahun baru. Melalui adanya Bromo Night Carnival, diharapkan juga dapat mengundang daya tarik wisatawan berkunjung ke kawasan obyek wisata Bromo.

“Jadi kita ingin kawasan Bromo tak hanya dikenal wisatawan tentang keindahan pesona alamnya, akan tetapi juga budayanya,” jelas Yulius.

Sebagai puncak acara, Gelaran Bromo Night Carnival, kemudian ditutup dengan pesta kembang api, yang dinyalakan bersama oleh masyarakat suku Tengger. (Zulkiflie)

Check Also

LAWAN INTOLERANSI, UMAT KRISTIANI DAN GUSDURIAN SARASEHAN

WAGATABERITA.COM – PROBOLINGGO. Umat Kristiani bersama Jaringan Gusdurian, dan Forum Kerukunan Umat Beragama kota

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *