WAGATABERITA.COM – TRENGGALEK. Pasca terjadinya bencana tanah longsor yang ada di Dusun Jedeg Desa Ngadimulyo Kecamatan Kampak Kabupaten Trenggalek, sejumlah warga nekat melintas di jalur tersebut. Meski sudah dipasang rambu – rambu peringatan, namun beberapa warga dan pengguna jalan yang lain lebih memilih menentang bahaya dengan melintas di jalan setapak yang telah dibuat oleh masyarakat setempat.
Diketahui bencana longsor yang menimbun seluruh badan jalan ini mengakibatkan akses utama di jalur Kampak – Munjungan terputus. Meski ada beberapa jalur alternatif yang bisa digunakan, namun masyarakat mengaku jalur alternatif tersebut dirasa cukup jauh dan memakan waktu lebih lama.
Saat dikonfirmasi salah satu warga setempat mengatakan, pasca terjadi bencana longsor masyarakat melakukan kerja bakti dengan membuat jalan setiap di atas material longsor. “Awalnya memang ingin membantu anak – anak yang hendak pergi ke sekolah agar tidak terlambat. Makanya kami kerja bakti dan membuat jalan setiap di atas material longsor,” ucap Komarudin, Rabu (24/01/2018).
Tak mau jalan setapak yang dibuat tersebut sia – sia, selain membantu anak – anak untuk pergi ke sekolah, masyarakat juga memanfaatkan jalan tersebut untuk membantu para pengguna jalan yang melintas dengan membayar upah yang telah disepakati.
Seperti yang terlihat dilokasi kejadian, sejumlah warga yang melintas harus membayar uang lelah kepada para relawan yang membantu pengguna jalan untuk melintas di kawasan tersebut.
“Ada 2 alternatif yang diterapkan untuk membantu para pengguna jalan, yakni dengan mendorong kendaraan atau mengangkut kendaraannya. Dan ini juga dilakukan secara bergotong – royong, ” tegasnya.
Diakui Komar sapaan akrabnya, pengguna jalan harus membayar tarif sebesar Rp 20 ribu rupiah untuk upah mendorong kendaraan, dan Rp 30 ribu rupiah untuk upah mengangkut kendaraan dengan tenaga manusia.
Setidaknya hal yang dilakukan masyarakat ini sudah mendapatkan peringatan dari aparat kepolisian sektor setempat. Akan tetapi warga nekat melakukannya dengan catatan kondisi tanah longsor yang benar – benar dalam keadaan stabil.
Terpisah salah satu pengguna jalan menuturkan rasa was – was saat hendak melintas di atas jalur yang terkena longsor. “Sebenarnya saya juga merasa was – was karena kondisi longsoran yang begitu parah. Tetapi ada banyak warga yang ikut membantu, hingga akhirnya saya memberanikan diri untuk melintasi jalur ini,” terang Ibnu.
Mengingat kondisi lokasi bencana longsor yang sampai saat ini belum sepenuhnya aman, warga dihimbau untuk tidak melintas di jalur tersebut. Pasalnya dari hasil kajian tim ahli geologi UGM sementara, masih ada retakan yang memungkinkan terjadinya longsor susulan. (Ayu Mila Sari)
Wagata Berita wagata berita adalah website yang berisikan berita-berita terkini.