Sabtu, 26 Mei 2018, 15:12
Home / JAKARTA / HIMPUNAN MAHASISWA ILMU POLITIK INDONESIA, LEMBAGA NEGARA JANGAN LAKUKAN PELEMAHAN DEMOKRASI

HIMPUNAN MAHASISWA ILMU POLITIK INDONESIA, LEMBAGA NEGARA JANGAN LAKUKAN PELEMAHAN DEMOKRASI

WAGATABERITA.COM – JAKARTA. Pemilihan Kepala Daerah Serentak ditahun politik 2018 menjadi momentum penting bagi rakyat untuk memilih pemimpinnya. Di momentum ini kesempatan bagi rakyat untuk mengevaluasi perkembangan kehidupan rakyat dibeberapa daerah.

Dikesempatan ini rakyat dapat mengevaluasi langsung pemimpinnya tidak terlepas dari hasil konsesus bangsa ini pada tahun 1998, yang menyepakati pembangunan sistem demokrasi sebagai sistem di dalam negara ini.

Di tahun ini sebenarnya sistem demokrasi harus sangat terbuka, namun yang terjadi aksi langsung yang dilakukan rakyat, dalam proses intervensinya terhadap pengelolaan negara seakan – akan diperlemah sedikit demi sedikit oleh rezim yang berkuasa pada hari ini.

Hal ini di kemukakan oleh Himpunan Mahasiswa Ilmu Politik Indonesia, mereka mencatatat ada beberapa upaya yang dilakukan rezim hari ini untuk melemahkan sistem demokrasi.

Diantaranya, wacana masuknya aparat negara ke ranah non – hankam yang kemudian oleh pemerintah wacana tersebut ditarik kembali, selanjutnya terdapat Revisi Undang – Undang No. 17 Tahun 2014 MPR, DPR, DPD, DPRD (UU MD 3) Pasal 122 Huruf (k), dan substansi dalam Rancangan Kitab Undang – Undang Hukum Pidana.

Maka dari itu Himpunan Mahasiswa Ilmu Politik Indonesia mempunyai sikap untuk :
1. Mengutuk segala bentuk dan upaya pelemahan demokrasi sebagai sistem politik yang dilakukan oleh rezim hari ini baik oleh eksekutif atau legislative.
2. Menuntut Presiden Joko Widodo untuk membuat Perppu Undang – Undang MD3.
3. Menuntut Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia untuk melakukan penghapusan terhadap pasal – pasal problematis dalam RKUHP.
4. Menghimbau kepada seluruh Himpunan Mahasiswa Ilmu Politik Se – Indonesia untuk mewadahi aktivitas penolakan terhadap pelemahan demokrasi.
5. Menyatakan secara tegas bahwa kami tidak rindu dengan sistem orde baru.

Demikian pernyataan sikap dari kami, meskipun pembangunan sistem demokrasi hari ini hanya terhenti pada aspek procedural dan belum bisa menghasilkan kesejahteraan yang nyata bagi rakyat Indonesia, akan tetapi, kami meyakini bahwa sistem tersebut tidak lebih buruk dari sistem kekuasaan yang terpusat. Semoga kebaikan tetap menyertai Indonesia. (Red)

Check Also

MAYAT MR X DIKETEMUKAN WARGA DI SUNGAI PANCAR GLAGAS PROBOLINGGO

WAGATABERITA.COM.- PROBOLINGGO, Sesosok mayat tanpa identitas atau Mr X, gegerkan warga yang tinggal di

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *