Sabtu, 26 Mei 2018, 15:14
Home / FEMALE / RELATIONSHIP / DEMI MENINGKATKAN PEMBANGUNAN JATIM PEMPROV DAN UNUSA JALIN KERJASAMA

DEMI MENINGKATKAN PEMBANGUNAN JATIM PEMPROV DAN UNUSA JALIN KERJASAMA

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya secara resmi menjalin kerjasama di bidang Sumber Daya Manusia (SDM). Melalui kerjasama ini, diharapkan dapat mendukung dan meningkatkan pembangunan di Jatim, khususnya ketersediaan tenaga SDM di berbagai bidang, khususnya ketenagakerjaan.

Hal ini seiring dengan ditandatanganinya nota Kesepakatan Bersama atau KSB oleh Gubernur Jatim, Dr. H. Soekarwo dan Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA), Prof. Dr. Ir. Achmad Jazidie, M. Eng di aula UNUSA, Jl. Wonocolo Surabaya, Jumat (23/03/2018) siang.

Kerjasama ini disambut baik oleh Pakde Karwo, sapaan akrab Gubernur Jatim, yang mengatakan sinergi antara kedua belah pihak akan mendukung terwujudnya tenaga kerja yang berkualitas, terampil, kompeten, dan profesional, berakhlak mulia, dan siap menjadi pemenang di era globalisasi.

Ditambahkan, kerjasama ini merupakan langkah tepat dan strategis untuk mengatasi permasalahan di bidang ketenagakerjaan. Seperti, masih tingginya angka pengangguran, tidak imbangnya pertumbuhan angkatan kerja dengan kesempatan kerja.

Berdasarkan data BPS Jatim per Agustus 2017, lanjut Pakde Karwo, jumlah penduduk usia kerja mencapai 30.440.000 orang, dengan angkatan kerja berjumlah 20.940.000 orang, sementara yang bekerja baru 20.100.000 orang, sehingga jumlah pengangguran mencapai 840.000 orang.

Hal itu menandakan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Jatim mencapai 4%. Problem lainnya adalah tingkat produktivitas yang rendah, dan kualitas SDM angkatan kerja yang juga relatif rendah, baik dari tingkat pendidikan formal maupun tingkat keterampilan atau kompetensinya.

Jika tidak segera ditangani, imbuh Pakde Karwo, angka tersebut akan terus meningkat seiring dengan pertumbuhan dan perkembangan angkatan kerja baru, khususnya yang berasal dari lulusan SLTA yang setiap tahunnya mencapai sekitar 480.000 orang, diperkirakan yang tidak bisa melanjutkan ke Perguruan Tinggi atau PT mencapai 40% atau sekitar 192.000.

“Dan lulusan PT juga belum tentu secara langsung dapat bekerja, sehingga akan menjadi barisan pengangguran baru. Jadi problem ketenagakerjaan kita sangat kompleks. Karena itu, kerjasama ini merupakan langkah yang tepat. Pemerintah akan terus memperluas utilitas dengan perguruan tinggi dan pemberian vokasional” kata Gubernur kelahiran Madiun ini. (Red)

Check Also

KERJA KERAS DAN KOMITMEN APARATUR, PEMPROV JATIM KEMBALI RAIH WTP YANG KE TUJUH KALI

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *