Jumat, 5 Juni 2026, 13:00
Home / MADIUN / LAKUKAN PEMBANGUNAN SECARA CEPAT DAN TERKONTROL UNTUK KEJAR KETINGGALAN

LAKUKAN PEMBANGUNAN SECARA CEPAT DAN TERKONTROL UNTUK KEJAR KETINGGALAN

WAGATABERITA.COM – MADIUN. Agenda Presiden Jokowi di Jatim yakni melakukan peresmian Jalan Tol Ngawi – Kertosono seksi Ngawi – Wilangan sepanjang 51.95 Km. Peresmian dilangsungkan di depan gerbang tol (GT) Madiun Desa Bagi, Kec Sawahan, Kab. Madiun, Kamis (29/03/2018) siang.

Dalam sambutannya, Jokowi kembali mengingatkan agar seluruh stakeholder bekerja keras memacu investasi di bidang infrastruktur. Usaha itu dilakukan untuk mengejar ketertinggalan dari negara – negara tetangga, utamanya terkait dengan infrastruktur dan berbagai sektor lain. Oleh karena itu, Presiden Jokowi meminta agar pembangunan infrastruktur seperti jalan tol harus ditarget dan dikontrol seoptimal mungkin.

Presiden mengatakan, semua negara menginginkan agar semua pembangunan bisa dilakukan serba cepat dan online. Jika tidak mengejar ketertinggalan itu. Ketertinggalan bangsa Indonesia akan semakin tertinggal dengan negara – negara tetangga.

“Ini yang ingin kita kejar, tidak hanya jalan juga airport, pembangkit listrik, pelabuhan, hingga ekspor kita kejar. Kita harus segera bangkit untuk mengejar ketertinggalan dengan negara di Asean,” terangnya.

Presiden mencontohkan pada proses pembangunan infrstruktur bandara yang beberapa saat lalu sempat terlambat. Dampaknya, jumlah pertumbuhan penumpang banyak, tetapi tekendala dengan tidak terdukungnya jumlah runway yang ada. Kondisi tersebut mengakibatkan penumpukan penumpang sampai terjadi keterlambatan penerbangan.

“Saya ingin semuanya bisa bekerja dan fokus pada penyelesaian infrastruktur. Nantinya seluruh proyek infrastruktur harus bisa di cek, kontrol dan awasi. Jika semua sudah terintegrasi dan terkoneksi antara tol dengan pelabuhan, bandara dan kawasan industri, baru negara kita bisa mengejar ketertinggalan,” pungkasnya. (Red)

Check Also

RANDOM TEST COVID DIBERLAKUKAN PENUMPANG KRL

WAGATABERITA.COM – JAKARTA. Penumpang kereta rel listrik (KRL) Jabodetabek di sejumlah