Jumat, 20 Juli 2018, 2:04
Home / NEWS / DI STOP BERJUALAN, PKL DI TRENGGALEK LURUK PENDOPO TRENGGALEK

DI STOP BERJUALAN, PKL DI TRENGGALEK LURUK PENDOPO TRENGGALEK

WAGATABERITA.COM – TRENGGALEK. Dilarang menjajakan dagangannya di lingkup sekolah, puluhan Pedagang Kaki Lima (PKL) di Kota Keripik Tempe luruk pendopo Kabupaten Trenggalek. Kedatangan puluhan PKL ke Pendopo Manggala Praja Nugraha Kabupaten Trenggalek ini, tak lain hanya untuk menyampaikan keluhannya lantaran tak diperbolehkan lagi berjualan di lingkungan sekolah.

Dalam aksinya ini, mereka meminta kepada pihak Pemerintah Daerah untuk memberikan solusi atas permasalahan tersebut. Agar para PKL ini segera bisa mendapatkan apa yang mereka inginkan.

“Sejumlah PKL yang datang ke pendopo ini menuntut agar pihak sekolah bisa kembali menerima keberadaan PKL untuk berjualan di lingkungan sekolah. Seperti yang diketahui bahwa sejauh ini pihak sekolah melarang kepada PKL untuk tidak menjajakan dagangannya di lingkungan sekolah,” ungkap Sekretaris Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Trenggalek, Sunyoto Jumat (04/05/2018).

Diakuinya, larangan pihak sekolah untuk tidak memperkenankan PKL berdagang di lingkungan sekolah ini tidak dibarengi dengan alasan yang jelas. Oleh karenanya, PKL merasa bahwa pihak sekolah seolah – olah memutuskan mata pencaharian mereka.

Pihaknya berupaya akan memberikan langkah dan solusi terbaik atas permasalahan ini, tanpa merugikan pihak sekolah maupun PKL.

“Kita akan melakukan koordinasi terkait permasalahan ini. Dimungkinkan, pihak sekolah mengeluarkan kebijakan tersebut atas dasar ingin melindungi anak didiknya agar tidak membeli jajan sembarangan,” imbuhnya.

Terpisah, salah satu PKL mengatakan bahwa dengan berdagang keliling ke sekolah –  sekolah ini merupakan satu – satunya pekerjaan yang bisa ditekuni.

“Sudah puluhan tahun saya menekuni pekerjaan ini. Dengan berkeliling ke sekolah – sekolah, demi mendapatkan rejeki melalui pekerjaan ini. Dan pekerjaan ini adalah pekerjaan satu – satunya yang saya tekuni,” tutur Budiono.

Budi beserta para PKL yang lain juga berharap agar pihak Pemerintah Daerah bisa memberikan solusi yang terbaik atas permasalahan ini. Sehingga para PKL ini bisa kembali berjualan seperti biasanya.

Akan tetapi, sepulang dari pertemuan di Pendopo Kabupaten Trenggalek ini, para PKL belum juga mendapatkan kepastian akan nasibnya kedepan. Lantaran permasalahan ini masih akan dikoordinasikan bersama stakeholder terkait demi mendapatkan solusi yang terbaik. (Ayu Mila Sari)

Check Also

TUTUP LONG MARCH, KAPOLRES TRENGGALEK AJAK ANGGOTA TANAMKAN JIWA KORSA

WAGATABERITA.COM – TRENGGALEK. Long march Bhayangkara sejati Polres Trenggalek yang digelar selama dua hari resmi ditutup.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *