Rabu, 22 Agustus 2018, 6:13
Home / ENTERTAINMENT / EVENT / BUDE KARWO OPTIMIS PRODUKSI BATIK JAWA TIMUR DAPAT BERSAING DIPASAR GLOBAL

BUDE KARWO OPTIMIS PRODUKSI BATIK JAWA TIMUR DAPAT BERSAING DIPASAR GLOBAL

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Diacara pembukaan Pameran Batik, Bordir dan Aksesoris Fair ke – 13 Tahun 2018 di Grand City Surabaya, Rabu (09/05/2018) sore yang dilakukan Gubernur Jawa Timur Dr. H. Soekarwo yang akrab disapa Pakde Karwo, ikut hadir Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Jatim, Dra. Hj. Nina Soekarwo, M.Si yang juga istri sang Gubernur.

Di kesempatannya Bude Karwo sapaan lekat Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Jatim, Dra. Hj. Nina Soekarwo, M.Si mengatakan, pameran batik, bordir dan aksesoris merupakan cerminan rasa nasionalisme dimana sebagai masyarakat Jatim memiliki kebanggan terhadap produk kerajinan anak bangsa.

“Untuk itu Dekranasda Provinsi Jatim memiliki optimisme tinggi bahwa produk batik, bordir, tenun dan aksesoris Jatim dapat bersaing di pasar global, apalagi ditunjang oleh keberadaan asosiasi atau paguyuban sebagai wadah bagi pengembangan industri ini,” kata Bude Karwo.

Hingga saat ini, lanjutnya, Dekranasda bekerjasama dengan Pemprov Jatim telah memberikan fasilitasi bagi IKM kerajinan. Diantaranya fasilitasi HAKI (merek, cipta, desain) kepada 5.892 IKM, fasilitasi barcode kepada 117 IKM, fasilitasi desain kemasan kepada 190 IKM dan fasilitasi batik mark kepada 156 IKM.

“Kami juga terus memberikan pelatihan bagi IKM kerajinan seperti pendampingan penerapan standar dan selera konsumen, pelatihan manajemen serta peningkatan mutu produk melalui penerapan SOP,” terangnya.

Selain berbagai langkah tersebut, lanjut Bude Karwo, pemasaran produk ini ditunjang oleh keberadaan 26 Kantor Perwakilan Dagang (KPD) Jatim yang ada di beberapa provinsi di Indonesia.

Di akhir sambutannya, Bude Karwo meminta para perajin batik untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas dan kuantitas. Apalagi provinsi lain juga terus melakukan inovasi. Kepada pembatik baru, Bude Karwo berpesan agar dalam berinovasi tetap menjaga pakem dan filosofi batik yang sudah ada.

Dalam kesempatan ini Bude Karwo menyerahkan sertifikat produk penggunaan tanda SNI pada produk batik kepada UD. Sekar Ayu Wilujeng (Batik) dari Kabupaten Tuban, dan sertifikat ISO 9001 – 2015 kepada CV. Wecono Asri dan Kodok Ngorek II dari Kota Kediri. Juga, sertifikat batik mark kepada tujuh pihak diantaranya kepada EQ Batik dari Kabupaten Bangkalan dan UD. Shinta Jaya dari Kabupaten Jombang.

Pameran batik bordir dan Aksesoris Fair ini berlangsung dari tanggal 9 – 13 Mei 2018 di Exhibition Hall Grand City Surabaya. Tema yang diusung adalah “The Allurement of Tenun Ikat Bandar Kidul Kediri.” Pameran yang diikuti 239 peserta dari 38 kabupaten/kota di Jatim ini juga dimeriahkan dengan fashion show, talkshow, hiburan musik serta kampung kopi.

Turut hadir Sekdaprov Jatim Dr. H. Akhmad Sukardi beserta istri, Wakil Ketua II Dekranasda Jatim, serta beberapa Kepala OPD di lingkungan Pemprov Jatim. (Red)

Check Also

DORMITORY KEBUTUHAN KAMPUS MASA KINI GUNA MENUNJANG PEMBANGUNAN KARAKTER MAHASISWA

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Gubernur Jatim, Dr. H. Soekarwo melakukan Ground Breaking Ceremony Airlangga Dormintory di

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *