Sabtu, 18 April 2026, 22:44
Home / PERTANIAN / SERANGAN “ULAT GRAYAK” KE TANAMAN BAWANG MELUAS HINGGA 5 KECAMATAN
Lahan Tanaman Bawang Merah Yang Mengering Akibat Ulat Grayak, Kamis (05/07/2018) Sumber Foto : Zulkiflie

SERANGAN “ULAT GRAYAK” KE TANAMAN BAWANG MELUAS HINGGA 5 KECAMATAN

WAGATABERITA.COM – PROBOLINGGO. Lahan pertanian Bawang Merah, di 5 Kecamatan Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, menjadi daerah terdampak serangan ulat Grayak, yang menyebabkan petani gagal panen.

Informasi itu, disampaikan oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Probolinggo, Hasyim Asyari. Dari kelima daerah yang merupakan area tanam Bawang Merah itu, luas lahan mencapai 1.584 hektar.

Dengan rincian, yakni Kecamatan Dringu luas tanam 686 hektare, Leces 450 hektar, Tegalsiwalan 370 hektar, Banyuanyar 53 hektar, dan Pajarakan 25 hektar.

“Lahan tanam Bawang Merah yang mengalami kerusakan akibat serangan ulat Grayak mencapai 75 hektar, dari lima kecamatan yang ada,” terangnya Kamis (05/07/2018).

Lanjutnya, rusaknya tanaman Bawang Merah terjadi lantaran para petani mendahului masa tanam. Menurut Hasyim, beberapa petani nekat menanam Bawang Merah pada bulan 5 dan 6. Padahal pada bulan tersebut, tingkat serangan hama pada tanaman bawang merah cukup tinggi.

Atas kondisi itu, Hasyim menjelaskan segera menyalurkan bantuan Pestisida kepada para petani, yang lahan tanaman Bawang Merahnya terserang Ulat Grayak.

“Agar serangan hama ulat Grayak terkendali, saya harap petani yang lahannya terdampak, segera mendatangi dinas pertanian ataupun lewat penyuluh, untuk mendapatkan bantuan pestisida,” tandasnya.

Sementara itu, akibat serangan hama ulat Grayak, petani Bawang Merah harus menelan kerugian ratusan juta rupiah. Seperti dialami Manen (32) salah seorang petani Bawang Merah, Desa Watu Wungkuk.

Diungkapkannya, jika ia harus menanggung kerugian Rp 150 juta, untuk 1 hektar lahan tanaman Bawang Merahnya, lantaran seluruhnya rusak dan dipastikan gagal panen.

“Dulu modal yang dikeluarkan sampai 150 juta, sekarang meskipun pakai pestisida dengan dosis tinggi tetap tidak mempan, dan pastinya rusak tanamannya,” ungkapnya. (Zulkiflie)

Check Also

SOSIALISASI KOPI BER SNI UPAYA JATIM TINGKATKAN NILAI PETANI KOPI

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Memperingati Hari Kopi Nasional Rabu (11/03/2020) digelar Festival Kopi Ber – SNI