Sabtu, 18 Agustus 2018, 5:31
Home / NEWS / DIANGGAP TAK SESUAI SYARIAT ISLAM, NISAN RAKSASA BINTAOS AKAN DIBONGKAR
Suasana Klarifikasi Oleh Nur Bintaos Di Hadapan Bakorpakem, Kamis (12/07/2018), Sumber Foto : Zulkiflie

DIANGGAP TAK SESUAI SYARIAT ISLAM, NISAN RAKSASA BINTAOS AKAN DIBONGKAR

WAGATABERITA.COM – PROBOLINGGO. Setelah sebelumnya mendapat surat panggilan klarifikasi, dari Badan Koordinasi Pengawas Aliran Kepercayaan Masyarakat (BAKORPAKEM).

Slamet atau Nur Bintaos (42), pemilik sepasang nisan raksasa di Dusun Ganting, Desa Ganting Wetan, Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Kamis (12/07/2018), akhirnya memenuhi panggilan Bakorpakem, di Kantor Kejaksaan Negeri Kraksaan, Jalan Panglima Sudirman.

Dalam kesempatan itu, Bakorpakem langsung mencecar sejumlah pertanyaan terhadap Nur Bintaos, atas tujuan dibuatnya nisan berukuran tak wajar tersebut.

Meski Nur Bintaos mengaku, bahwa pembuatan nisan berukuran setinggi 15 meter dan lebar 5 meter hanya untuk pribadinya, dan merupakan karya seni. Namun Bakorpakem, yang terdiri dari Kejaksaan, MUI, FKUB, Polres Probolinggo, dan Kodim berpendapat lain.

Dari kajian Bakorpakem, didapati bahwa nisan raksasa itu diluar dari syariat islam. Oleh karenanya, Bakorpakem sepakat memutuskan akan dilakukan pembongkaran.

“Setelah dikaji, ternyata semua pihak sepakat nisan raksasa harus dibongkar karena tak sesuai syariat islam,” jelas Nadda Lubis, Kajari Kabupaten Probolinggo.

Atas keputusan itu, Nur Bintaos mengaku menerimanya dengan setulus hati. Pria yang identik dengan kedua anting emas di telinganya itu beralasan, dirinya ingin Probolinggo tetap aman, dan kondusif.

“Ya tidak apa – apa meski dibongkar, saya terima demi ketenangan masyarakat Probolinggo. Namun nanti usai dibongkar, saya minta dibersihkan sisa – sisa materialnya, karena lahannya akan saya tanami tembakau lagi,” terangnya.

Proses pembongkaran nisan raksasa sendiri, rencananya akan dilaksanakan pada pekan depan. Aksi pembongkaran itu, merupakan kali kedua setelah beberapa tahun lalu hal sama dilakukan oleh Bakorpakem.

Kala itu, Nur Bintaos sempat membuat patung “Dewi Padi” hingga mengundang polemik, dan akhirnya dibongkar karena dianggap haram. (Zulkiflie)

Check Also

RUMAH MAKAN DI PROBOLINGGO KEBAKARAN

WAGATABERITA.COM – PROBOLINGGO. Akibat percikan api pembakaran sampah, sebuah rumah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *