WAGATABERITA.COM – KEDIRI. Selain transfer teknologi pertanian Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa yang lakukan audiensi dengan petani di Kabupaten Kediri yang bertempat di Sanggar Budaya Kecamatan Pare, Senin (18/03/2019) sore juga siap mengembangkan SMK Aviasi atau SMK Penerbangan di Kediri.
Hal ini untuk mengantisipasi jika bandara udara di Kediri sudah beroperasi, diharapkan para lulusan SMK aviasi bisa menjadi tenaga kerja untuk keperluan bandara tersebut, seperti tenaga mekanik pesawat, mekanik penerbangan, dan lainnya.
- PERFORMANCE FAYOLLA JUNIOR SAAT LOMBA DRUMBAND
- JATUH DARI KETINGGIAN 4 M, PELAJAR SD DIRAWAT INTENSIF
- PEMBENTUKAN KARAKTER PELAJAR, POLRES TRENGGALEK MANFAATKAN MOMENT UPACARA BENDERA
- BULAN RAMADHAN, SEJUMLAH TUNA NETRA DI TRENGGALEK MENGAJI AL QURAN BRAILLE
- BERBAGI KECERIAAN, PLT BUPATI TRENGGALEK HADIRI GEBYAR PAUD 2018
Pada kesempatan ini Gubernur Khofifah mengatakan “Kami sudah berbicara dengan Dubes Inggris untuk rencana pengembangan ini, termasuk kebutuhan tutor – tutor dan lab – labnya di SMK aviasi ini,” jelasnya.
Kemudian, lanjut Gubernur wanita pertama di Jatim ini, juga ada kerjasama untuk mengkampanyekan English for Indonesia. Salah satu programnya adalah training for teachers bagi guru – guru Bahasa Inggris. Harapannya, para guru dan murid di SMK aviasi dapat berbahasa Inggris dengan lebih cakap.

Diungkapkan “Saya ingin ada penguatan kompetensi di Jatim, karena akan ada perpanjangan runway di Jember, Banyuwangi, Bandara Malang juga diharapkan jadi bandara internasional, dan Kediri juga mau dibangun bandara. Sehingga, kebutuhan mekanik untuk penerbangan memang sangat mendesak,” pungkasnya.
Diketahui hadir pada kegiatan ini, 600 undangan anggota KTNA Kabupaten Kediri, beberapa kepala OPD di lingkup Pemprov Jatim, diantaranya Kepala Dinas Pertanian, dan Dinas Peternakan, para kepala OPD di lingkup Pemkab Kediri. Hadir pula para wartawan dari berbagai media, dan masyarakat sekitar. (Red)
Wagata Berita wagata berita adalah website yang berisikan berita-berita terkini.