Sabtu, 2 Mei 2026, 6:56
Home / NEWS / BELUM AMAN PSBB SURABAYA RAYA DIBUBARKAN ATAS KOMITMEN TIGA KEPALA DAERAHNYA
Gubernur Khofifah.

BELUM AMAN PSBB SURABAYA RAYA DIBUBARKAN ATAS KOMITMEN TIGA KEPALA DAERAHNYA

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Perpanjangan pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Surabaya Raya akhirnya diputuskan tidak diperpanjang yang selanjutnya masa transisi menuju new normal mulai diberlakukan di Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo dan Kabupaten Gresik hari ini Selasa (09/06/2020) hingga 14 hari ke depan.

Keputusan yang diambil berdasarkan rapat koordinasi yang dipimpin oleh Gubernur Khofifah Indar Parawansa didampingi Pangdam V Brawijaya Mayjend TNI Widodo Iryansyah, Kapolda Jatim Irjen Pol Fadil Imran, Wagub Emil Elestianto Dardak, Pangkoarmada II Laksama Muda Herru Kusmanto, serta Wakil Ketua DPRD Jatim Anik Maslachah.

Walikota Surabaya Tri Rismaharini, Plt Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin serta Bupati Gresik Sambari Halim Radianto kompak mengusulkan dan satu suara meminta agar PSBB tidak diperpanjang.

“Atas permintaan dari tiga kepala daerah di Surabaya Raya yang meminta agar PSBB tidak diperpanjang, maka Forkopimda Jatim meminta kepala daerah dan Forkopimda Surabaya Raya untuk menyiapkan peraturan Bupati dan Walikota serta menandatangani pakta integritas,” kata Gubernur Khofifah.

Secara kajian epidemiologi dari para pakar FKM Unair menyebutkan tingkat attack rate covid – 19 di Surabaya masih tinggi yakni 94,1, sementara Kabupaten Gresik 15,8 dan untuk Kabupaten Sidoarjo 31,7 sehingga sebenarnya Surabaya Raya masih belum cukup aman untuk masuk ke tahap transisi menuju tata kehidupan normal baru (new normal).

Diketahui tingkat penularan dengan indikator Bilangan Reproduksi Efektif (Rt) di kawasan Surabaya Raya memang ada trend penurunan dengan rincian Kota Surabaya mempunyai Rt sebesar 1,0 yang diikuti dengan kabupaten Sidoarjo sebesar 1,2 dan Kabupaten Gresik sebesar 1,6.

Sesuai pedoman WHO dan Bappenas kriteria wabah covid – 19 dalam kondisi terkendali Rt harus di bawah 1 selama 14 hari berturut – turut, “Item pertama dari total enam item standar WHO suatu daerah bisa mengakhiri masa restriksi dan menuju transisi new normal, adalah penyebaran covid – 19 dalam keadaan terkontrol. Yang artinya Rt harus di bawah 1, sedangkan saat ini seluruh kawasan Surabaya Raya belum di bawah 1 sehingga sejatinya item pertama ini belum terpenuhi dan belum aman,” ulas Khofifah.

Item kedua yaitu kapasitas sistem kesehatan untuk masyarakat seperti rumah sakit tersedia (Identifikasi, tes, pelacakan kontak, isolasi, dan karantina) juga belum aman karena wilayah Surabaya Raya belum tercukupi ketersediaan bed dibanding pasien yang harus dilayani.

Rakor Forkopimda Jatim dengan Surabaya Raya.

Selanjutnya ketiga minimalisiasi risiko pandemi dengan asesmen risiko penularan dan keempat penegakan protokol kesehatan di fasilitas publik dan lingkungan kerja, kelima pengelolaan kasus impor dan ko – morbid (penyakit penyerta) dilakukan dengan baik dan keenam melibatkan partisipasi dan keterlibatan publik dalam pengendalian pandemi.

“Pada dasarnya Surabaya Raya belum aman dan butuh kesabaran untuk bisa melangkah ke masa transisi menuju new normal. Tapi bahwa ada komitmen bersama yang tinggi dari tiga kepala daerah untuk mampu menegakkan protokol kesehatan dan juga tinjauan aspek sosial dan ekonomi, maka Forkopimda Jatim menyepakati untuk Surabaya Raya masuk masa transisi new normal untuk empat belas hari ke depan tetapi dengan menandatangani pakta integritas,” urai Gubernur Khofifah.

Sebagai format pengawalan bersama upaya yang dilakukan pemda kawasan Surabaya Raya dalam mencapai kondisi yang memenuhi syarat WHO untuk menerapkan new normal penanda tanganan pakta integritas dilakukan setelah para Pemerintah Daerah Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo dan Kabupaten Gresik mempresentasikan Perwali dan Perbup terkait aturan untuk diberlakukan transisi menuju new normal.

Pada perwali dan perbup yang ada Forkopimda Jatim meminta ada penegasan dan pendisiplinan terkait penerapan protokol kesehatan karena tak ingin adanya pelonggaran restriksi akan menyebabkan euforia di masyarakat sehingga berpotensi adanya second wave penularan covid – 19. (Red)

Check Also

GRAND OPENING KANTOR BEKEEN LAW FIRM SEDERHANA TAPI MENGESANKAN

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Menindak lanjuti pembukaan Kantor Pajak dan Hukum BEKEEN Law Firm (Bercahaya Keadilan …