WAGATABERITA.COM – PROBOLINGGO. Warga dusun gunung Togel, desa Curah Tulis kecamatan Tongas kabupaten Probolinggo Jawa Timur, mempunyai cara unik guna meminta turunnya hujan, kala musim kemarau terjadi, Mereka menggelar tradisi tarung Ojung, di lapangan desa setempat, Minggu (03/09/2017).
Ojung merupakan pertarungan antara dua orang yang menyabetkan Rotan. Tradisi ini, sudah ada sejak nenek moyang warga gunung Togel ada, dan terus dilestarikan hingga saat ini.
Dalam pertarungan tarung Ojung, peserta dituntut beradu Skill dan keberanian, saat menyabetkan Rotan ke pihak lawan. Pasalnya, jika lengah salah satu bagian tubuh bakal tergores bahkan luka, akibat Lecutan ujung Rotan yang keras.
Meski cenderung berbahaya dan tergolong ekstrem, namun tradisi tarung Ojung menjadi kebanggaan bagi kaum pria warga gunung Togel. Dengan Ojung, identitas kejantanan sebagai lelaki desa setempat terbukti.
“Ikut tarung ojung, ya modal nekat saja tanpa persiapan apapun. Yang penting tetap semangat, walaupun sakit” ungkap Halik, salah seorang peserta Ojung.
Iringan hentakan suara gendang Ketipung, membuat Gelaran tarung Ojung semakin terasa khas, kentalnya budaya adat Jawa Timuran.
Sementara itu, sejumlah peserta yang sebelumnya menang di pertandingan awal, nantinya diadu kembali di atas panggung kehormatan sebagai penentuan calon juara.
Pada tarung Ojung di Probolinggo, kedua peserta sama – sama mendapatkan jatah hadiah. Dengan model pembagian, peserta yang juara mendapat kaos, dan uang hiburan. Sedangkan, peserta kalah hanya mendapat sarung.
Ketua panitia tarung Ojung, Buradianto mengatakan dalam tarung Ojung kali ini, sedikitnya ada 50 peserta. mereka merupakan warga dari 3 dusun, yang ada di desa Curah Tulis.
“Jadi tarung Ojung ini, Para peserta umumnya warga yang kesehariannya, bekerja sebagai petani maupun pedagang,” terang Buradianto. (Zulkiflie/Halu)
Wagata Berita wagata berita adalah website yang berisikan berita-berita terkini.