Jumat, 17 April 2026, 12:21
Home / PERTANIAN / NYARIS PUNAH, LIPI ATENSI MANGGA DAN ANGGUR PROBOLINGGO
Deputi LIPI Saat Berdiskusi Dengan Masyarakat Kota Probolinggo, Senin (02/10/2017), Sumber Foto : Zulkiflie

NYARIS PUNAH, LIPI ATENSI MANGGA DAN ANGGUR PROBOLINGGO

WAGATABERITA.COM – PROBOLINGGO. Menurunnya daya minat masyarakat, khususnya kalangan petani kota Probolinggo, Jawa Timur, terhadap budidaya tanaman Mangga dan Anggur, membuat Tim Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI),melakukan diskusi bersama para petani setempat, Senin (02/10/2017), di ruang Aula Sekolah MAN 2 kota Probolinggo.

Mengambil tema Pengenalan Konservasi dan Pengenalan Potensi Daerah,Deputi bidang ilmu pengetahuan hayati (LIPI), Prof. Dr. Enny Sudarmonowati, yang turut hadir dalam diskusi. Meminta masyarakat, khususnya petani Probolinggo, agar melestarikan potensi hasil tanaman yang ada di daerahnya.

“Kita semua mengetahui, bahwa tanaman mangga merupakan icon Probolinggo. Namun saat ini, pembudidayaannya sudah sedikit, bahkan cenderung terus menurun. Selain itu, tanaman anggur yang juga merupakan icon kota Probolinggo, juga ikutan menurun bahkan kondisinya mulai punah,” tandas Enny.

Lebih lanjut, Deputi LIPI itu menjelaskan, memang terdapat sejumlah faktor yang menjadi penyebab, menurunnya budidaya tanaman Mangga dan Anggur kota Probolinggo. Diantaranya, faktor cuaca (perubahan iklim), luas lahan berkurang, serta penurunan daya minat masyarakat, untuk membudidayakan Mangga dan Anggur.

Namun demikian, menurut Enny sejumlah kendala tersebut, harusnya bisa disiasati, melalui pengembangan teknologi pertanian modern, agar tanaman di daerah tetap tumbuh dan lestari.

Penanaman Bibit Mangga, Senin (02/10/2017), Sumber Foto : Zulkiflie

Sementara, diskusi yang turut dihadiri anggota DPR RI komisi VII, Bidang Energi Sumber Daya Mineral, Riset dan Tekhnologi, Lingkungan Hidup, Habib Hadi Zainal Abidin mengatakan, kelestarian terhadap tanaman khas di sebuah daerah, tergantung dari peranan semua masyarakat, serta perhatian khusus dari pemerintah daerahnya.

“Jadi tidak mungkin, sebuah daerah akan menjadi sentra penghasil atau pembudidaya tanaman tertentu, jika semua pihak tidak bersinergi. Intinya, semua kalangan harus bersama-sama untuk mengembangkan potensi, hasil alam daerahnya. Misal kota Probolinggo, yang icon daerahnya terkenal kota Mangga dan Anggur. Ya kita harus mengembalikan label itu. caranya gimana’ ya kita mulai pembenahan dari sekarang. Yakni sosialisasi penyadaran kepada masyarakat, serta mendorong pemerintah daerah agar aktif, mengembangkan potensi daerahnya,” jelas Habib Hadi, yang juga salah satu kandidat Bacawali Probolinggo, 2018 mendatang.

Usai menggelar diskusi bersama para petani. Tim LIPI, lantas memberikan bantuan 2000 bibit tanaman Mangga, dan Anggur kepada masyarakat kota Probolinggo, dengan ditutup penanam bibit Mangga secara bersama. (Zulkiflie/Halu)

Check Also

TRUK HAMPIR NABRAK RUMAH DAN MASUK SUNGAI

WATABERITA.COM – PROBOLINGGO. Kecelakaan terjadi di Probolinggo. Kali ini terjadi pada sebuah truk Hino tangki …