WAGATABERITA.COM – MUNA. Fenomena Destinasi Wisata di Kabupaten Muna Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), terus terungkap, satu persatu dengan menampilkan berbagai pesonanya, selama lebih setahun daerah penghasil jati itu (Muna), di Pimpin oleh Bupati Muna, LM Rusman Emba ST.
Dalam perjalanannya, niat yang di tuju oleh mantan Anggota DPD RI itu, ingin mengangkat derajat, harkat dan martabat daerahnya dengan mengkoneksikan misi Presiden Jokowi dalam program Destinasi wisata Nasuional.
Sejak di Tahun 2017, Keseriusannya mengejar percepatan pembangunan pada program Destinasi Wisata terus dilakukan penataannya tanpa mengurangi ke asliannya. Wilayah – wilayah wisata alam yang terus di genjot pembangunannya Fotuno Sangia yang menjadi tempat pembuatan film Jembatan Pensil di Desa Kabangka Kecamatan Kabangka, Danau Napabale, Puncak Wakila, Danau Motonuno, Puncak Meledi yang berada di wilayah Pantai Meleura, Gua Liangkubori, Danau Ubur – ubur yang berada di wilayah Kecamatan Lohia, dan Pantai yang eksotis Bungin Pinungan yang bertempat di Kecamatan Towea, serta Pantai Walengkabola, Danau Moko yang berada di Kecamatan Tingkuno serta tempat – tempat wisata lainnya.
Tak luput pula, dari beberapa tempat wisata yang terus di genjot percepatan pembangunannya itu, mendapatkan kunjungan dari Wisatawan Manca Negara dari beberapa Negara di eropa yakni ada yang berasal dari Negara Germani, Perancis dan Cina, yang berkunjung di daerah Wisata Puncak Wakila, Danau Napabale, dan Puncak Meledi serta pantai Meleura itu. Tempat Wisata itu pula mendapatkan kunjungan langsung oleh Rektor Universitas terkemuka di Sultra yakni Universitaa Halu Oleo (UHO), Prof Dr Muhammad Zamrun, usai memberikan materi kuliah umum di aula Galampano Kantolalo Raha, pada Minggu (05/11).
Bupati Muna, LM Rusman Emba ST pada wartawan mengatakan bahwa pembangunan sektor wisata yang telah ada, harus di seiramakan dengan perbaikan infrastruktur sebagai daya penunjangnya, seperti pembuatan jalan baru yang dapat menghubungkan semua tempat tempat wisata di Muna.
Kondisi itu tempat wisata itupun di perlihatkan kepada Rektor Universitas ternama di Sultra, saat bersamaan di ajaknya mengunjungi pantai Meleura dan Puncak Meleidi di Lohia pada minggu kemarin.

Calon Gubernur Sultra itu juga, menjelaskan jika sudah terselesaikannya pembangunan Destinasi Wisata di Muna itu, dirinya yakin bahwa akan membawakan kebaikan buat Masyarakat Muna, terutama dalam kehidupan perekonomian mereka serta juga akan membawakan kebaikan pada daerah yakni pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) nya.
“Ini perlu kita lakukan agar destinasi wisata kita semakin dikenal. Program Kerja kita sudah ada. Insya Allah, Target kita semua jalan penghubung yang menghubungkan tempat – tempat wisata di Muna. Insya Allah semua di tahun 2018 , semua sudah rampung,” Ucap Bupati Muna, mantan Ketua DPRD Provinsi Sultra.
Dirinya pun lebih detile menjelaskan program besarnya itu bahwa proses pekerjaan di sektor pariwisata akan memakan waktu yang lama dan di perlukan pikiran – pikiran yang dingin dan di dorong dengan niat yang baik serta rasa cinta kita kepada Daerah kita.
Orang nomor satu di Muna itu juga, mencontohkan proses pembangunan pariwisata di Kabupaten Wakatobi dan Banyuwangi, bahwa kedua daerah itu sukses membangun pariwisatanya, namun dengan waktu yang sangat lama.
“Pengembangan pariwisata di Muna layarnya sudah terkembang. Insya Allah kita terus berusaha untuk terus kita hidupkan apa yang menjadi potensi – potensi wisata dan sedikit kita poles, namun tidak meninggalkan keasliannya,” tuturnya.
Dalam pengembangan tempat – tempat wisata, kita akan membuatkan vila – vila, kita juga akan melakukan pagelaran festival – festival Wisata dan Budaya di Muna dengan melibatkan masyarkat.
Jika dilaksanakannya festival nanti, dirinya sudah tidak meragukannya lagi. Karena apa yang menjadi kekurangannya selama ini seperti sarana prasaran yang memadau, itu sudah banyak tersedia di Muna.
“Akses transportasi, baik udara, laut dan darat, Ketika orang datang di Muna, sudah banyak kemudahan – kemudahan. Dan semuanya sudah memadai,” katanya.

Lebih lanjut dikatakannya bahwa pihaknya saat telah ada kesepakatan dengan pihak Pariwisata Pusat dalam bentuk bantuan. Dan saat ini tengah menunggu kucuran dana senilai Rp 110 miliar, di mana dalam usulan konsep pembangunan pariwisata yang ia usulkan untuk tahun depan (2018).
“Memang sudah ada kesepakatan dengan pihak pariwisata pusat dalam bentuk bantuan. Kita masih menunggu bantuan itu,” tandasnya.
Dalam kunjungan Wisatawan Manca Negara dari tiga Negara itu, salah seorang perwakilannya, Melisa yang tertarik dengan tempat wisata Danau Ubur – ubur di Kecamatan Lohia, menuturkan jika tempat yang mereka kunjungi sangat menyenangkan, pemandangannya indah, masyarakatnya ramah dan baik sehingga membuat mereka merasa nyaman.
“Destinasi wisata yang di tawarkan begitu banyak dan semua bagus bagus,” tutur Melisa yang mendampingi turis – turis manca negara yang datang berkunjung kedaerah Destinasi Wisata di Kecamatan Lohia Kabupaten Muna.
Sementara it Camat Lohia, Hajar Sosi, S.Sos pada wagata berita membenarkan kedatangan turis – turis manca negara yang berkunjung ketempat tempat Wisata di wilayah Kecamatan yang di Pimpinnya itu, Selasa (07/11/2017).
Menurutnya, hal itu menjadikan sebuah kebanggan tersendiri ketika turis – turis asing yang mulai berkunjung ke wilayahnya yang di pimpinnya itu. Dan dia beranggapan bahwa ini adalah sebuah rahmat yang besar, bagaikan sebuah kayangan yang di berikan Tuhan yang di lahirkan di Kecamatan Lohia Kabupaten Muna.
“Ini adalah sebuah keajaiban. Sebuah Rahmat yang besar yang perlu di jaga bersama – sama kelestariannya. Dan ini datangnya dari usaha, Pikiran dan tangan dingin Pak Bupati, yang memiliki ide – ide luar biasa yang susah di jangkau oleh pemimpin – pemimpin lainnya, hingga menciptakan destinasi wisata baru yang di korelasikan dengan program wisata Bapak Presiden Jokowi,” terangnya, seraya mengucapkan terima kasih kepada Rektor UHO Sultra yang menyempatkan diri berkunjung ketempat – tempat Wisata di Lohia.
Camat Lohia yang murah senyum ketika selalu bergelut pada setiap kalangan masyarakat itu, sangat berharap kepada seluruh masyarakat Muna pada umumnya, agar dapat saling bahu – membahu bersama Bupati Muna LM Rusman Emba, untuk mengangkat derajat, harkat dan martabat daerah Muna dalam program destinasi wisata, sehingga bisa bersaing secara sehat dalam pembangun daerah tercinta Witeno Wuna Barakati ini dengan daerah lainnya di Nusantara ini.
“Program Destinasi wisata “Mai Te Wuna,” semoga kita dapat bersama – sama mengangkatnya dengan melirik kondisi alam yang ada di daerah kita masing – masing, untuk bisa di kelola menjadi tempat wisata yang baik dan bermutu agar bisa menjadi lirikan dunia. Dengan seperti itu daerah kita juga bisa mendunia. Namun semua itu harus butuh kerja sama yang sinergi, antara Pemerintah dan Masyarakat Muna pada umumnya dalam melakukannya. Kolaborasi yang sinergi dan kuat saya yakin kita akan berhasil membangun peningkatan perekonomian kita tanpa harus mencari kehidupan lagi di daerah rantau,” tandasnya. (Zainal Arifin Suyoto/Halu)
Wagata Berita wagata berita adalah website yang berisikan berita-berita terkini.