WAGATABERITA.COM – PROBOLINGGO. Suburnya lahan pertanian di kawasan lereng gunung Bromo Jawa Timur, dimanfaat betul oleh masyarakat setempat, yang mayoritas merupakan warga suku Tengger.
Lahan pertanian, yang biasanya dimanfaatkan untuk tanaman sayuran dan palawija. Sebagian, kini telah beralih fungsi dengan mencoba mengembangkan varietas tanaman jenis baru yakni Terong Belanda.
Terong Belanda, dikembangkan di lahan pertanian yang berada di ketinggian sekitar 2.329 meter dari permukaan air laut, tepatnya berlokasi di desa Wonokerto kecamatan Sukapura, kabupaten Probolinggo.
Tanaman Terong Belanda sengaja dipilih, karena dianggap memiliki potensi jual di pasaran, serta dipercaya banyak memiliki manfaat bagi kesehatan. Salah satunya, mampu mempercepat proses pemulihan kesehatan pasca operasi, usai mengkonsumsi Terong Belanda.
Salah satu pembudidayanya adalah Yulianto (38), warga desa Wonokerto, kecamatan Sukapura. Dilahan miliknya seluas 100×50 meter persegi, sejak setahun terakhir ia telah mengembangkan budidaya Terong Belanda.
Meski telah berhasil mengembangkan jenis budidaya baru itu, namun hingga kini Yulianto masih terkendala sejumlah faktor. Diantaranya, proses pemasaran dan penentuan harga jual agar tidak merugi.
“kendala yang utama ya pemasaran, kesulitan dalam menjualnya. Sementara ya saya jual ke para wisatawan bromo yang kebetulan tertarik membeli saat melintasi ladang,” ungkap Yulianto, Jum’at (10/11/2017).
Lebih lanjut Yulianto menjelaskan dalam sekali hasil panen Terong Belandanya, ia hanya mampu menjualnya sekitar Rp 20.000 perkilogram. Ia berharap, adanya solusi ataupun bantuan dari pemerintah daerah melalui instansi terkait, agar usaha budidayanya itu tetap bertahan, bahkan bisa dikembangkan secara luas. (Zulkiflie)
Wagata Berita wagata berita adalah website yang berisikan berita-berita terkini.