WAGATABERITA.COM – PROBOLINGGO. Gubernur Jawa Timur, Dr. H. Soekarwo berharap, untuk 12 kepala daerah di Jatim yang sudah dilantik, agar mampu membangun pemerintahan yang baik.
Hal itu disampaikannya, saat menghadiri serah terima jabatan Bupati dan Wakil Bupati Probolinggo, hj. P. Tantriana Sari – Drs H A Timbul Prihanjoko, untuk kepemimpinan periode 2018 – 2023.
Soekarwo menyebut, banyaknya terjadinya operasi tangkap tangan di Jatim beberapa waktu lalu, disebabkan rendahnya integritas yang dimiliki para pejabat bersangkutan.
Dikatakan Soekarwo, dalam pembangunan kota atau kabupaten lebih baik, harus ditunjang dengan sumber daya manusia yang berkualitas dan bersih.
- DUET TANTRI – TIMBUL RESMI PIMPIN KABUPATEN PROBOLINGGO 5 TAHUN KE DEPAN
- PEMKAB TRENGGALEK GELAR KONSULTASI PUBLIK
- BERIKAN AKSES PERMODALAN, PEMKAB TRENGGALEK LUNCURKAN KUR
- JAGA NETRALITAS ASN, PEMKAB PROBOLINGGO BENTUK 4 TIM PANTAU PILKADA
- HARAPKAN KINERJA PEMERINTAHAN OPTIMAL, PEMKAB TRENGGALEK TANDA TANGANI PAKTA INTEGRITAS
“Jadi banyaknya OTT kemarin itu, karena rendahnya Integritas. oleh karenanya, sebelum diangkat pejabat publik, semestinya rekam jejaknya dicek dahulu. Serta laporan harta kekayaan, dilihat tambahannya itu dari mana,” ujar Soekarwo, Kamis (27/09/2018).
Lanjut Soekrawo menyinggung, masalah angka kemiskinan yang masih ada di Jatim, meskipun jumlahnya tinggal 10 persen.
Untuk Kabupaten Probolinggo sendiri, Soekarwo mengatakan ada dua kecamatan, yang angka kemiskinannya masih tergolong tinggi. Soekarwo meminta pemerintah setempat, baik pihak legislatif dan eksekutif bersinergi membangun sektor pertanian.
“Angka kemiskinan tertinggi di Kabupaten Probolinggo, adalah di Kecamatan Tiris dan Krucil. Dua kecamatan ini sebenarnya, sangat potensi di sektor pertanian,” terang Soekarwo.

“Pertanian itu bisa dicoba pertanian kopi, dengan bekerja sama Universitas Jember misalnya. Penanam kopi bisa Arabika, yang harganya lebih tinggi dari Robusta, Jadi fokusnya di nilai tambah pertanian,” tukasnya.
Sementara saat dikonfirmasi terkait program kerjanya ke depan, Bupati Probolinggo, Hj Puput Tantriana Sari mengatakan, akan segera memaksimalkan pelayanan publik di seluruh instansi stakeholder setempat.
Salah satunya Tantri menargetkan, para satuan kerjanya untuk akhir tahun 2018 ini, di Kabupaten Probolinggo, harus sudah berdiri ‘Mall Pelayanan Publik.’
Mall Pelayanan Publik, dimaksudkan untuk mempermudah proses pelayanan masyarakat, dimana bisa diselesaikan dalam satu atap atau lokasi.
“Jadi prinsipnya mensinergikan, atau menarik semua proses pelayanan di beberapa Satker dan lintas sektoral dalam satu atap, termasuk perbankan nantinya,” terang Tantri. (Red)
Wagata Berita wagata berita adalah website yang berisikan berita-berita terkini.