Senin, 21 September 2026, 3:06
Home / NEWS / MENTERI PPN ARAHKAN KOTA PROBOLINGGO JADI KOTA JASA

MENTERI PPN ARAHKAN KOTA PROBOLINGGO JADI KOTA JASA

WAGATABERITA.COM-PROBOLINGGO, Sistem perwilayahan Provinsi Jawa Timur, yang menempatkan Kota Probolinggo berada di tengah antara wilayah barat dan timur Jatim.

Mempunyai potensi, sebagai pusat wilayah pengembangan (WP) Probolinggo-Lumajang dengan daerah hinterland (daerah pemasok kebutuhan) Kabupaten Probolinggo dan Lumajang.

Didukung keberadaan pelabuhan, membuat Pemkot Probolinggo menjadikan potensi sektor perdagangan, jasa dan industri sebagai pengungkit perekonomian dan pembangunan.

Melihat kondisi tersebut, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, meminta pemkot setempat memaksimalkan potensi itu. Hal itu disampaikan saat kunjungan Menteri PPN ke Kota Probolinggo, Sabtu (16/03/2019).

Bambang menjelaskan, saat ini Wali Kota Habib Hadi sedang membawa Kota Probolinggo sebagai kota jasa regional di wilayah Jawa Timur. Antara Surabaya dan Banyuwangi. Saat ini kota jasa utamanya di Surabaya dan kedua terbesar di Malang.

“Yang belum ada, kota jasa regional dari Surabaya sampai Banyuwangi,” terangnya.

Menurut Menteri PPN, ada tiga bidang yang benar-benar bisa membawa Kota Probolinggo dalam status tersebut. Yang pertama, kata Bambang, Kota Probolinggo sebagai daerah penyangga sekaligus pintu masuk ke TNBTS (Taman Nasional Bromo Tengger Semeru) selain Malang dan Pasuruan.

“Orang berkunjung yang dilihat hanya sebatas gunung. Kadang orang yang sudah berkunjung ingin wisata lainnya. Barang kali bisa disinergikan dengan mengembangkan wisata pantai, bisa memperpanjang waktu tinggal wisatawan Bromo di Kota Probolinggo,” jelas Menteri Bambang.

Kedua adalah jasa transportasi laut, yang terintegrasi dengan kawasan industri. Melihat lalu lintas angkutan barang ke Jawa Timur, potensi Pelabuhan Probolinggo dinilai sangat besar. Lebih menarik lagi, apabila pelabuhan tersebut terkait dengan kawasan industri.

Ditambah lagi banyak industri padat karya memilih pindah ke Jawa Tengah, karena UMK lebih rendah dari Jawa Barat. Jawa Timur bisa menarik kesempatan ini dan tetap kompetitif.

Pengembangan ketiga yakni jasa untuk daerah sekitarnya. “Segala macam jasa kalau bisa dipusatkan di Kota Probolinggo. Misalnya jasa perdagangan, keuangan, jasa komunikasi, jasa transportasi atau jasa lainnya dipusatkan di Kota Probolinggo,” jelas Menteri Bambang.

Atas hal itu, Habib Hadi mengatakan, akan mendahulukan apa yang menjadi prioritas. Diketahui, wali kota punya 10 program prioritas. Dan, akan memilah mana yang harus sesegera mungkin dan yang membutuhkan tahapan.

Soal pelabuhan terintegrasi kawasan industri, Habib Hadi mengaku sudah ada kajian terkait hal tersebut.

“Dari kajian yang ada, insyaallah ada lahan 400 hektar untuk kawasan industri yang terletak di dekat pelabuhan. Lahan sudah ada, Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) sudah masuk. Sudah kami rancang dan butuh proses koordinasi dengan provinsi dan pemerintah pusat. Koneksi antara perdagangan, jasa dan wisata harus ada langkah pengembangan potensi,” jelasnya. (Zulkiflie)

Check Also

USAI DIBENTUK INI KEGIATAN PERTAMA PENGURUS PP IWO

WAGATABERITA.COM – JAKARTA. Jajaran Pengurus Pusat Ikatan Wartawan Online (PP IWO) yang terbentuk beberapa waktu …