WAGATABERITA.COM – MAKASSAR. Kasus perundungan/Bullying pada siswa SMP berinisial MS (13) yang dilakukan teman sebayanya dengan kekerasan hingga menyebabkan syaraf jari tengah tangan kanan tidak berfungsi hingga tim dokter rumah sakit memutuskan agar jari tengah MS tersebut harus diamputasi terjadi di Kota Malang yang sempat viral di media sosial.
Hal itu menjadi perhatian serius Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang tegas meminta korban mendapat pendampingan baik dokter medis maupun psikolog agar siswa tak mengalami trauma psikis berkepanjangan yang mengakibatkan korban tidak mau sekolah atau kelak menjadi susah bergaul dengan teman sebayanya.
- KEMEN PPPA APRESIASI LANGKAH CEPAT KEMENDIKBUD JAWAB KELUHAN ANAK DAN ORANG TUA TENTANG BDR
- MENTERI BINTANG AJAK SEMUA WASPADA PADA PENGGUNA MEDSOS KARENA BANYAK PERDAGANGAN ANAK
- SUARA ANAK PERLU DIDENGAR DALAM PERENCANAAN PEMBANGUNAN KEBUTUHAN ANAK
- KEMEN PPPA MINTA SEMUA IKUT MENJAMIN HAK ANAK KELOMPOK MINORITAS
- INI HASIL SUARA ANAK PADA PERINGATAN HAN 2019
Di sela kunjungan kerjanya ke Makassar Khofifah menyampaikan, “Korban dan pelaku harus mendapatkan pendampingan dan bimbingan psikolog. Pertama agar korban tidak mengalami trauma pasca mengalami perundungan yang cukup parah, bahkan sampai ada bagian tubuhnya yang diamputasi,” terangnya Rabu (05/02/2020).
Mereka yang melakukan bullying harus dibina agar kelak tidak terjadi kejadian serupa, “kemudian juga pelakunya. Pendampingan orang tua, guru sekolah sangat dibutuhkan. Bagaimana agar anak – anak yang masih di bawah umur ini bisa mendapatkan pemahaman yang tepat bagaimana menjalin hubungan pertemanan yang baik dengan sebayanya,” kata Khofifah.

Dihimbau pada seluruh guru di Jawa Timur tak lengah dalam mengawasi siswanya, guru tak hanya bertanggung jawab pada prestasi akademik saja tapi juga perilaku dan interaksi antar siswa, bila ada indikasi menyimpang seperti perundungan dapat bergerak cepat termasuk fungsi konseling di sekolah, “jika fungsi konseling ini berjalan baik, siswa akan terbiasa untuk menceritakan masalah yang mereka hadapi pada gurunya atau konselor sebayanya. Ini menjadi penting, agar hal – hal yang tidak kita inginkan bisa dicegah lebih awal,” tandas Khofifah.
Pemprov Jatim berkomitmen kuat mencegah terjadinya kekerasan pada perempuan dan anak terutama kasus kekerasan pada anak hingga prostitusi anak, “kemarin kami baru saja menggelar MoU diikuti PSK antara Pemprov Jatim dan Sumut terkait kerjasama anti perdagangan perempuan dan anak. Penandatanganannya nya dilaksanakan di Medan. Tujuan perjanjian kerja sama ini adalah dalam rangka penanganan dan perlindungan terhadap perempuan dan anak dari korban kekerasan serta tindak pidana perdagangan orang,” tutup Khofifah. (Red)
Wagata Berita wagata berita adalah website yang berisikan berita-berita terkini.