Kamis, 22 Oktober 2026, 13:01
Home / RELIGI / USTAD MARHUM : AJAK WARGA GUNUNG ANYAR TIDAK SU’UZON
Ustad Marhum (Depan) Didampingi Ketua Takmir Masjid Baitturrachman H. Marwoto (Baju Putih) Pada Acara Halal Bi Halal Warga Gunung Anyar Surabaya Di Masjid Baitturachman. Juga Terlihat Ibu - Ibu Majelis Ta’lim Mempersiapkan Konsumsi, Minggu (16/07) Malam. Sumber Foto : Ustad Marhum (Depan) Didampingi Ketua Takmir Masjid Baitturrachman H. Marwoto (Baju Putih) Pada Acara Halal Bi Halal Warga Gunung Anyar Surabaya Di Masjid Baitturachman. Juga Terlihat Ibu - Ibu Majelis Ta’lim Mempersiapkan Konsumsi, Minggu (16/07) Malam. Sumber Foto : Haludin Ma’waledha

USTAD MARHUM : AJAK WARGA GUNUNG ANYAR TIDAK SU’UZON

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Warga diajak untuk tidak su’uzon atau berburuk sangka kepada orang lain karena boleh jadi, perbuatan orang itu, dia lebih baik.

Itu diungkapkan Ustad Marhum pada acara Halal Bi Halal di Masjid Baitturachman, Surabaya, Minggu (16/07/2017) malam.

Halal Bi Halal itu dihadiri seluruh warga di Perumahan Pesona Alam Gunung Anyar, Kecamatan Gunung Anyar, Kota Surabaya.

Di hadapan warga, Ustad Marhum menambahkan, bulan suci Ramdhan telah dilalui karena itu, sebelas bulan setelahnya, diharapkan terjadi peningkatan kualitas ketakwaan dan keimanan. Itu sebabnya, segala perbuatan yang dilarang Allah SWT, wajib untuk dihindari, termasuk tidak boleh su’uzon (berburuk sangka) kepada orang lain. ‘’Jangan su’uzon kepada orang lain, boleh jadi dia lebih baik di mata Allah SWT,‘’ ujar Ustad Marhum yang sudah kedua kalinya memberikan tauziah di Masjid Baitturrachman Gunung Anyar, setelah pada bulan Ramadhan lalu, dia juga pernah diundang di masjid itu.

Ustad Marhum mengingatkan, ada beberapa pertanyaan yang harus dijawab oleh umat muslim, setelah memasuki bulan Syawal. Pertama, apakah sudah Syawal ibadah kita? Tentu ini, kata dia ibadah kita seharusnya terjadi peningkatan. Kedua, apakah sudah Syawal keimanan dan ketakwaan kita? Ini juga harus dijawab dengan peningkatan kualitas keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT dan tidak su’uzon kepada orang lain dan ketiga, apakah sudah Syawal ahlak kita? Jawabnya, setelah Ramadhan ini, tidak boleh lagi melakukan perbuatan – perbutan seperti mengambil sesuatu yang bukan milik kita sendiri. Pendek kata, jika iman, takwa dan ahlak kita sudah meningkat setelah bulan Ramadhan, itu artinya merupakan tanda – tanda amal ibadah kita dibulan Ramadhan telah diterima oleh Allah SWT.

Sebelum, tauziah, Ketua Takmir Masjid Baitturrachman H. Marwoto, terlebih dahulu menyampaikan pesan – pesan kepada warga. Marwoto berharap dalam suasana Hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriah dan memalui acara Halal Bi Halal ini, merupakan momentum untuk lebih meningkatkan kerukunan, kebersamaan dan kekompakkan warga Perumahaan Gunung Anyar.

Sementara Ketua Panitia Zubairi Al Mawy, melaporkan selama bulan Ramdhan, masjid Baitturrachman melaksanakan berbagai kegiatan diantarannya buka puasa bersama dan tadarrus qur’an selama bulan Ramadhan. (Haludin ma’waledha)

Check Also

Dr. Ponimin, SH., M.Kn saat menunjukkan SKB para pengurus.

PENGURUS PERADRI KONGRES LUB SEGERA DILAKSANAKAN

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Perhimpuan Advokat Republik Indonesia (PERADRI) yang telah