WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur kembali merilis hasil survei aktivitas ekspor dan impor. Hasilnya angka kegiatan ekspor – impor periode Juni 2017 di Jawa Timur (Jatim) menurun, jika dibanding bulan Mei 2017 lalu.
Penurunan ekspor itu mencapai angka 18,39% dibanding bulan Mei dengan nilai US$ 1,37 Miliar. Sedangkan penurunan impor terjadi sebesar 18, 68% dengan nilai US$ 1,60 Miliar.
Kepala BPS Jawa Timur, Teguh Pramono mengatakan bahwa prosentase ekspor di Jatim periode Juni 2017 tidak jauh berbeda dengan prosentase nasional.
“Ekspor maupun impor pada Juni menurun. Di nasional turun 18,82% ekspornya, di Jatim turun 18,80%. Impor juga turun,” ujarnya Senin (17/07/2017).
Kata dia, penurunan ekspor – impor di Jatim merupakan imbas dari adanya momen Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri. “Libur bagi masyarakat biasa mungkin tidak terlalu berpengaruh terhadap kinerja ekspor – impor. Tetapi ketika lalu lintas angkutan barang dibatasi karena keperluan untuk mudik, maka kinerja pengangkutan barang menjadi menurun,” tambahnya.
Teguh Pramono menilai jika dilihat dari komoditasnya, sebagian besar jenis komoditi ekspor – impor memang turun. Beberapa diantaranya seperti mesin dan peralatan, besi dan baja, industri makanan, hingga barang – barang plastik.
“Memang dari 10 komoditas ekpor kita, yang meningkat hanya ada tiga,” tambahnya. (Nur Rizki Utomo Putri/Halu)
Wagata Berita wagata berita adalah website yang berisikan berita-berita terkini.