WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Laju inflasi tahun kalender Jawa Timur di bulan Maret 2017 mencapai 1, 68 persen. Angka ini lebih tinggi dibanding tahun kalender bulan Maret 2016 yang hanya sebesar 3, 71 persen.
Data yang ada pada bulan Maret 2017 semua ibu kota provinsi di Pulau Jawa mengalami deflasi, kecuali Kota Serang (Banten) dan DKI Jakarta. Deflasi tertinggi terjadi di Kota Semarang mencapai 0,14 persen sedangkan inflasi tertinggi di Kota Serang sebesar 0,29 persen.
Sementara perkembangan Indeks harga konsumen di Jawa Timur (Jatim) pada bulan Maret 2017 untuk seluruh kabupaten/kota di Jatim, tercatat Kota Probolinggo memiliki angka deflasi paling tinggi yakni 0, 29 persen. Sedangkan deflasi terendah adalah Kota Surabaya dan Kota Madiun hanya sebesar 0,6 persen.
Kepala Badan Pusat Statistik Jawa Timur Tegu Pramono mengatakan itu kepada wartawan di kantornya, Senin (03/04/2017).
Pramono didampingi Kepala Bidang Statistik dan Distribusi BPS Jatim Satriyo, menambahkan, kelompok pengeluaran yang mengalami inflasi tertinggi adalah Sandang yang mencapai 0,45 persen dan inflasi terendah kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga serta kelompok kesehatan masing – masing sebesar 0,19 persen.
Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami deflasi paling tinggi adalah kelompok bahan makanan sebesar 1,19 persen. Deflasi paling rendah terdapat pada kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan.
Komoditas yang memberi andil terbesar terjadinya deflasi di Jawa Timur pada bulan Maret 2017 adalah beras, tarif pulsa ponsel, dan cabai rawit. Sedangkan komoditas yang memberikan andil terbesar inflasi yaitu angkutan, tarif listrik, wortel dan bensin. (Haludin Ma’waledha/Dir)
Wagata Berita wagata berita adalah website yang berisikan berita-berita terkini.