Selasa, 21 Juli 2026, 22:52
Home / EKONOMI / BISNIS SEKTOR PERIKANAN SAAT INI MEMPRIHATINKAN
Budhi Wibowo, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Pengolahan Dan Pemasaran Produk Perikanan Saat Bebicara Pada Seminar Sektor Perikanan, Kamis (20/04/2017) Di Grand City Mall Surabaya. Sumber Foto : Haludin Ma'waledha

BISNIS SEKTOR PERIKANAN SAAT INI MEMPRIHATINKAN

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Bisnis disektor perikanan saat ini masih terbilang memprihatinkan karena volume ekspor baru mencapai 50 persen dari kebutuhan.

Itu dkemukakan Ir Budhi Wibowo, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Pengolahan dan Pemasaran Produk Perikanan Indonesia di Surabaya, Kamis (20/04/2017).

Wibowo menambahkan, ekspor sektor perikanan nasional saat ini mengalami penurunan dari 1, 3 juta ton pertahun menjadi 1,1 juta ton pertahun. Apalagi di Jawa Timur, pasti lebih hancur, katanya.

Di Jatim juga mengalami penurunan ekspor sektor perikanan karena disebabkan pasokkan bahan baku ikan yang yang datang dari Sulawesi, Maluku dan Nusa Tenggara Timur (NTT), kata Fakthur Razaq.

Dia juga menambahkan, konsumsi ikan di Provinsi Jawa Timur (Jatim) baru sebesar 31 ton/kapita pertahun. Itu masih rendah dibanding konsumsi nasional yang mencapai 40 ton/kapita pertahun.

Ir Fakthur Razaq, M.Si, Kepala Bidang Kelautan dan Pengawasan Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa Timur itu menyampaikan itu pada Seminar Supply Chain Practices In Maintaining Seafood Quality di Grand City Mall Surabaya, Kamis (20/04/2017).

Kebutuhan konsumsi ikan di Jatim itu terdiri dari konsumsi rumah tangga, restoran, UKM dan Industri Perikanan.

Meski begitu secara bisnis kebutuhan ikan di Jatim masih cukup potensial, apa lagi dengan jumlah penduduk Jawa Timur yang berjumlah sekira 40 juta jiwa. Karena itu kata Fahthur pada tahun 2019, konsumsi ikan ditargetkan mencapai 34 juta ton/kapita pertahun.

Data yang ada di Jawa Timur tercatat sebanyak 211 unit perusahaan pengolahan ikan. Itu terdiri dari pengawetan ikan, pengolahan dan industri kerupuk.

Sedangkan kebutuhan bahan baku ikan di Jatim yakni udang 800 ton/hari, ikan beku 1.200 ton/hari dan untuk kerupuk dan pindan sebanyak 2000 ton/hari. (Haludin Ma’waledha)

Check Also

AJAK KOMPAK ORANG TUA SISWA PETRA 5 ADAKAN FUN RUN

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Student Learning Outcomes atau Disingkat SLO