WAGATABERITA.COM – WAJO. Pembangunan proyek jalan beton ini merupakan ilustrasi kesungguhan pemerintah setempat untuk memajukan pembangunan infra struktur di kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan (Sulsel).
Pekerjaan jalan beton itu dikerjakan oleh PT. CUCU WALI PERKASA dan PT. SYAFITRI PERDANA KONSULTAN sebagai konsultan supervisi. Jalan ini terletak di kelurahan Wiring palannae, Kecamatan Tempe, Kabupaten Wajo.

Proyek jalan beton ini memakai Anggaran Pendapatan Belanja Negara (ABPN) TA 2017 dengan nilai kontrak Rp 12. 932. 680. 000. serta nomor kontrak KU. 08.08/01.FISIK/SP/PK.PKP.SS/2017.
Panjang proyek jalan beton ini kurang lebih 2,7 Km dan lebar kisaran 7 meter, namun pekerjaan pondasi pinggir jalan beton tersebut, terdapat beberapa titik sudah pecah.
Selain itu, terdapat juga campuran semen tidak memakai ukuran standar materialnya seperti pasir, cipping (batu koral) diskop saja masuk kemesin pengaduk campuran (molen). Lebih fatal lagi, sebelum material dimasukan ke mesin adukan campuran, terlebih dulu dicampur pasir dan kerikilnya lalu di masukan ke mesin molen sehingga nampak tidak bisa mencapai 50 campurannya.

Salah seorang anggota lsm lembaga kontrol independen nasionl (LKIN ), Halman Jaya mengatakan pekerjaan proyek ini sepertinya tidak digreder. Terlihat pada dasar jalan yang akan dilakukan pengecoran tidak merata.
“Pengecoran jalan beton ini, sepertinya, tidak digreder, karena nampak dasar yang akan dicor, belum merata dan juga pengecoran semestinya memakai mesin Mixer, namun mesin yang pergunakan untuk mengaduk campuran adalah mesin manual (molen),” ujarnya.
Dia menambahkan, pewalesan juga, hanya seberat 20 ton, sehingga masih terdapat beberapa titik jalan masih belum terlalu merapat dan andaikan pewalesan bisa lebih berat sedikit atau di atas 20 ton, pasti terkesan kuat, sebab dasar dari pada yang di tempati meletakkan campur beton kuat dan bangunan jalanpun pasti bertambah kuat, tambahnya.
Ketika mengkonfirmasi, kepada Arif, pengawas kontraktor tersebut, menguraikan kalo pelaksanaan pengecoran jalan beton ini sudah sesuai dengan teknis yang di sepakati.
Kata Arif, mengenai pewalesan yang berat 20 ton, itu berdasarkan ketebalan timbunan atau lapisan tanah yang mau di wales dan juga mengenai greder tetap kami melakukan hal tersebut karena harus dasar rata, lalu pengecoran, kalopun ada yang terlihat tidak merata. ‘’Itu karena kendaraan yang berat – berat masih berlalu lalang, namun tetap diratakan sebelum pengecoran,” ungkap Arif.

Proyek miliaran itu juga pelaksanaan pembangunannya diawasi langsung oleh kejaksaan tinggi, sehingga dengan banyak pengawas. ‘’Ini membuat kontraktor betul – betul jeli dalam melaksanakan pekerjaannya,” katanya.
Sementara Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Amri Wawo, tidak berada di tempat, saat dihubungi melalui jaringan telepon selulernya, juga tidak di angkat. (Abdul Muin/ Halu)
Wagata Berita wagata berita adalah website yang berisikan berita-berita terkini.