WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Penghormatan terakhir untuk Prof. Dr. Drs. Laurentius Dyson Penjalong, M.A, salah satu guru besar FISIP UNAIR dilakukan di halaman dalam Fakultas Ilmu Sosial Politik (FISIP) UNAIR, Sabtu (01/07/2017) siang. Terlihat ratusan pelayat yang merupakan para alumni FISIP dan perwakilan beberapa perguruan tinggi di Surabaya. Tidak hanya itu, upacara persemayaman juga dihadiri oleh Prof. Dr. Habil Josef Glinka, SVD., pria kelahiran Chorzhow, Polandia itu merupakan pendiri Jurusan Antropologi UNAIR.
Wakil Rektor I UNAIR, Prof. Djoko Santoso, dr., Sp.PD-KGH., PhD., FINASIM., mewakili rektor dalam sambutannya mengungkapkan rasa bela sungkawanya. “Jadi UNAIR sangat kehilangan besar. Beliau sudah mengabdi selama 37 tahun di UNAIR. Kami yakin, gugur satu ini akan lahir ribuan Prof. Dyson baru dengan semangatnya,” kata Djoko.
Sementara itu Laurentius Yoan Dyson, puteri pertama Guru Besar UNAIR itu mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada semua pihak yang telah mendoakan ayahnya. Dia menjelaskan bahwa pengabdian yang dilakukan ayahnya selama ini merupakan dedikasi terhadap profesi sebagai pendidik.
“Papa sangat bangga bisa jadi seorang guru, dan kalau punya mau atau kehendak juga berusaha untuk bisa dipenuhi,” kata Yoan.
Sebelumnya, Prof Dyson meninggal di Graha Amerta RS Dr Sutomo Surabaya, pada Rabu 28 Juni 2017 pukul 22 : 15 WIB, Pria kelahiran Samarinda itu diketahui meninggal karena sakit jantung yang dideritanya.
Semasa hidupnya almarhum dikenal sebagai dosen yang sederhana dan dekat dengan para mahasiswa. Hingga kini almarhum meninggalkan seorang isteri, Betsy Remanitha, dan dua orang anak yaitu Laurentius Yoan Dyson, dan Nikolas Dion Dyson. (Nur Rizki Utomo Putri)
Wagata Berita wagata berita adalah website yang berisikan berita-berita terkini.