Kamis, 2 Desember 2021, 22:41
Home / JAKARTA / CHRISTIANTO W BERPULANG INI CATATAN DIDIK J R
Ilustrasi Gambar covid.

CHRISTIANTO W BERPULANG INI CATATAN DIDIK J R

WAGATABERITA.COM – JAKARTA. Didik J Rachbini adalah seorang Ekonom INDEF yang juga Rektor Universitas Paramadina dan memberi catatan atas berpulangnya sahabat Christianto Wibisono (CW) tokoh angkatan 66 yang tak lagi mampu menghadapi pandemi yang sekarang menjadi masalah bersama bangsa ini dan bangsa – bagnsa lainnya di dunia.

CW sendiri diketahui sebagai ahli ekonomi politik yang rajin menulis buku dan cukup kritis menuangkan tulisan di media massa. Dalam tulisan Sjahrir (Pakar Ekonomi, Kebijakan Ekonomi dan Ekonomi Politik, 1994) CW diakui termasuk ke dalam 25 pakar ekonomi papan atas politik pada masa  Orde baru yang bersamaan dengan ekonomi senior, yang juga sudah wafat (Soemitro Djojohadikusumo, Sjahrir, Sarbini SUmawinata, Suhadi Mangku Suwondo, Hadi Soesastro, Pande Raja Silalahi, Soeharsono Sagir, Rijanto, Dawam Rahardjo, Hartojo Wignyowiyoto, Nurimansjah Hasibuan, The Kian Wie, Frans Seda).

Sementara pakar ekonomi yang kondisinya masih sehat seperti Rizal Ramli, Marie Pangestu, Djisman Simanjuntak dan lainnya yang mana ukuran kepakaran mereka dipersempit sebagai ahli ekonomi yang rajin menulis dan menuangkan pemikiran khususnya di koran Kompas, media massa terbesar di tanah air waktu itu.

Nama CW diakui termasuk ke dalam club 25 ekonom yang berperan sebagai analis bidang bisnis dan ekonomi politik walau lulusan Fakultas Ilmu Sosial Politik UI, bukan fakultas ekonomi yang dimasa Orde Baru CW mendirikan think Tank bernama Pusat Data Bisnis Indonesia (PDBI).

Dimasa reformasi CW tetap aktif menuangkan pemikirannya di berbagai media dan menulis buku hingga dimasa Presiden SBY CW menjadi anggota Komite Ekonomi Nasional yang diangkat presiden untuk memberikan saran dan nasehat kebijakan bidang ekonomi.

Buku berjudul “Kencan Dinasti Menteng” ditulis CW belakangan ini sangat menarik karena menceritakan penguasa negeri ini sesungguhnya bergulir dari elit ke elit yang umumnya para presiden dan menteri tinggal di wilayah srategis dan mahal yakni kawasan menteng.

Hal ini mungkin bisa dikatakan metafora bahkan mungkin sindiran tentang elitisme politik di negeri ini yang gambaran harusnya perlu pemimnpin lebih merakyat yang hingga wafat belum diskusikan bersama Didik, Jumat (23/07/2021). (Red)

Check Also

PERJUANGAN MUSISI ARUL UNTUK HARI PAHLAWAN

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Pada masa perang dijaman dahulu yang telah