Sabtu, 18 September 2021, 4:37
Home / JAKARTA / BERIKUT ATURAN IBADAH SESUAI SE MENAG
Menag Yaqut Cholil Qoumas. (Sumber : Laman Kemenag).

BERIKUT ATURAN IBADAH SESUAI SE MENAG

WAGATABERITA.COM – JAKARTA. Berbagai upaya dilakukan Pemerintah dalam rangka mengatasi penyebaran kasus covid – 19. Pada penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) lanjutan yang dilakukan Pemerintah adalah salah satu upaya yang bertujuan mengatasi penambahan kasus covid – 19 yang meningkat belakangan ini.

Dalam penerapannya berbagai kegiatan masyarakat diatur termasuk kegiatan ibadah dimana Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menerbitkan Surat Edaran Menag Nomor 20 Tahun 2021 tentang Penerapan Protokol Kesehatan 5M dan Pembatasan Kegiatan Peribadatan / Keagamaan di Tempat Ibadah.

Seperti dilansir laman Setkab Sabtu (24/07/2021) kata Menag, “edaran ini terbit sebagai upaya mencegah dan memutus rantai penyebaran covid – 19 yang saat ini mengalami peningkatan dengan munculnya varian baru yang lebih berbahaya dan menular, serta untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat dalam melaksanakan kegiatan peribadatan / keagamaan,” jelasnya.

Edaran yang diharapkan menjadi panduan para pihak dan umat beragama dalam melaksanakan kegiatan peribadatan / keagamaan, “edaran terbit sebagai ikhtiar lanjutan dalam sosialisasi protokol kesehatan 5M secara lebih ketat dan pengaturan kegiatan peribadatan/keagamaan di tempat ibadah yang berada di wilayah PPKM Level 3 dan 4, serta PPKM Mikro,” jelas Menag.

Dalam SE Menag Nomor 20 Tahun 2021 ketentuan yang diatur yakni :

1. Tempat ibadah di kabupaten/kota pada wilayah Jawa dan Bali dengan kriteria level 3 dan level 4, tidak mengadakan kegiatan peribadatan / keagamaan berjamaah / kolektif selama masa penerapan PPKM dan mengoptimalkan peribadatan di rumah.

2. Tempat ibadah di kabupaten/kota pada Zona Oranye dan Zona Merah tidak mengadakan kegiatan peribadatan keagamaan berjamaah / kolektif selama masa penerapan PPKM Mikro dan mengoptimalkan peribadatan di rumah.

3. Tempat ibadah di kabupaten/kota pada Zona Hijau dan Zona Kuning dapat melaksanakan kegiatan peribadatan / keagamaan berjamaah / kolektif, dengan menerapkan protokol kesehatan 5M secara lebih ketat, sesuai dengan ketentuan sebagai berikut :

A. Pengelola Tempat Ibadah :

1) menyediakan petugas untuk menginformasikan serta mengawasi pelaksanaan protokol kesehatan 5M ;
2) melakukan pemeriksaan suhu tubuh untuk setiap jemaah menggunakan alat pengukur suhu tubuh (thermogun) ;
3) menyediakan hand sanitizer dan sarana mencuci tangan menggunakan sabun dengan air mengalir ;

4) menyediakan cadangan masker medis ;
5) melarang jemaah dengan kondisi tidak sehat mengikuti pelaksanaan kegiatan peribadatan / keagamaan ;
6) mengatur jarak antar jemaah paling dekat satu meter dengan memberikan tanda khusus pada lantai, halaman, atau kursi ;

7) tidak menjalankan / mengedarkan kotak amal / infak / kantong kolekte / dana punia ke jemaah ;
8) memastikan tidak ada kerumunan sebelum dan setelah pelaksanaan kegiatan peribadatan / keagamaan dengan mengatur akses keluar dan masuk jemaah ;

9) melakukan disinfeksi ruangan pelaksanaan kegiatan peribadatan/keagamaan secara rutin ;
10) memastikan memiliki ventilasi udara yang baik dan sinar matahari masuk ke tempat ibadah dan apabila menggunakan air conditioner (AC) wajib dibersihkan secara berkala ;

11) memastikan kegiatan peribadatan / keagamaan hanya diikuti oleh jemaah paling banyak 30 persen dari kapasitas tempat ibadah;
12) melaksanakan kegiatan peribadatan / keagamaan paling lama satu jam ;
13) memastikan pelaksanaan khotbah / ceramah / tausiyah wajib memenuhi ketentuan :

a) khatib / penceramah / pendeta / pastur / pandita / pedanda / rohaniwan memakai masker dan pelindung wajah (face shield) dengan baik dan benar ;
b) khatib / penceramah / pendeta / pastur / pandita / pedanda / rohaniwan menyampaikan khotbah dengan durasi paling lama 15 menit ; dan
c) khatib / penceramah / pendeta / pastur / pandita / pedanda / rohaniwan mengingatkan jemaah untuk selalu menjaga kesehatan dan mematuhi protokol kesehatan.

B. Jemaah :

1) menggunakan masker dengan baik dan benar ;
2) menjaga kebersihan tangan dengan cara mencuci tangan menggunakan air mengalir atau menggunakan hand sanitizer ;
3) menjaga jarak dengan jemaah lain paling dekat satu meter ;

4) dalam kondisi sehat (suhu badan di bawah 37 derajat celcius) ;
5) tidak sedang menjalani isolasi mandiri ;
6) membawa perlengkapan peribadatan / keagamaan masing – masing (sajadah, mukena, dan sebagainya) ;
7) menghindari kontak fisik atau bersalaman ;

8) tidak baru kembali dari perjalanan di luar daerah ; dan
9) yang berusia 60 tahun ke atas dan ibu hamil/menyusui disarankan untuk beribadah di rumah. (Red)

Check Also

LAGI DUA VAKSIN TERBARU BISA DIGUNAKAN INDONESIA

WAGATABERITA.COM – JAKARTA. Terus berupaya melakukan vaksin guna