Minggu, 29 Maret 2020, 4:08
Home / HOTNEWS / MENGENANG GUS SOLAH DALAM GERAKAN KEBAJIKAN PANCASILA

MENGENANG GUS SOLAH DALAM GERAKAN KEBAJIKAN PANCASILA

WAGATABERITA.COM – JAKARTA. Berawal saat kampanye Pilpres 2014, kegiatan kampanye dengan nuansa sentimen Agama begitu menguat di masyarakat. Berbagai bentuk ujaran kebencian dan hoax (berita bohong) dijadikan alat untuk saling serang. Buya Syafii menyebutnya sebagai Demokrasi Tuna – Adab. Setelah Presiden Jokowi periode – 1 dilantik pada tanggal 20 Oktober 2014 ternyata suasana di masyarakat masih jua berlanjut dipenuhi ketegangan. Misalnya terjadi peristiwa kekerasan di Tolikara, juga ledakan bom di Gereja Kalimantan dan peristiwa – peristiwa lainnya.

Hal itu membuat Gus Solah dan Buya Syafii Marif serta beberapa tokoh lainnya mulai risau atas berbagai gesekan dan teror yang terjadi di tengah masyarakat. Saat itu menurut Gus Solah masalah ini harus diselesaikan dan disudahi dengan cara mengangkat kembali nilai – nilai luhur Pancasila serta membumikannya secara praksis ke segenap dan setiap hati, jiwa dan pikiran warga negara. Demi benar – benar untuk menjaga serta membangun kembali persatuan bangsa yang begitu beraneka – ragam ini, yaitu Bhinneka Tunggal Ika. Beragam Budaya 714 Suku Nusantara, berbeda – beda Agama dan Keyakinan, serta berbagai golongan dan kelompok masyarakat yang ada, semuanya ini harus menjadi Satu Nusa Satu Bangsa Satu Bahasa, Indonesia.

Singkatnya cerita pada tanggal 08 Desember tahun 2015 dideklarasikanlah Gerakan Kebajikan Pancasila atau dikenal sebagai GKP oleh 5 orang Inisiator di kediaman pribadi Gus Solah di Jakarta Selatan. Kelima orang Inisiator tersebut adalah Gus Solah, Buya Syafii Marif, Sabar Mangadu Tambunan, Saiful Mashum dan Partogi Sirait.

Diketahui Gerakan Kebajikan Pancasila atau GKP mengingatkan kembali kepada kita semua betapa pentingnya Ideologi Pancasila sebagai pedoman dasar bersama dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara kita. Maka berbagai kegiatan dilaksanakan seperti :
1.diskusi publik.
2. silaturahmi ke tokoh – tokoh Nasional.
3. talkshow radio dan lain – lain.

Sejak dideklarasikan, GKP terus berupaya bekerja dan bergerak untuk mendorong Pemerintahan Jokowi agar membentuk lembaga yang khusus dibidang Pembinaan Ideologi Pancasila. Namun lembaga dimaksud oleh GKP bukanlah lagi sebagai kelanjutan atau dengan kata lain harus berbeda sama sekali secara konsep, strategi dan implementasi serta metoda kerjanya dibanding dengan BP7 atau P4 di masa 32 tahun era Rejim Orde Baru yang lalu. Maka dengan mengunakan tagline ‘Membumikan Pancasila,’ maka gerakan yang dimaksud diatas ini pun dimulai.

Ternyata hal ini mendapat sambutan baik sehingga gagasan tersebut akhirnya diterima Pemerintah. Sehingga 18 bulan kemudian sejak GKP dideklarasikan akhirnya Presiden Jokowi menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) no 54 tahun 2017 tanggal 7 Juni 2017 dengan nama : Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila yang disingkat, UKP – PIP.

Tak hanya sampai disitu 8 bulan kemudian melalui Peraturan Presiden (Perpres) No. 7 Tahun 2018 tanggal 28 Februari 2018, status dari UKP – PIP ini pun ditingkatkan dan diubah namanya menjadi Badan Pembinaan Ideologi Pancasila atau disingkat dengan BPIP yang masih berlanjut hingga saat ini.

Melalui tulisan ini kami mengenang jasa Gus Solah semasa hidupnya, Senin (03/02/2020).
Salam Kebajikan Pancasila.
Selamat Jalan Gus Solah. (Red)

Check Also

MEMUTUS RANTAI PENYEBARAN CORONA PRESIDEN HIMBAU LAKUKAN KEGIATAN DI RUMAH

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Dampak virus corona terus meluas hampir di seluruh