Minggu, 29 Maret 2020, 4:18
Home / NEWS / PEMUKA AGAMA SEPAKAT MINIMALKAN KEGIATAN UNTUK ANTISIPASI PENYEBARAN VIRUS CORONA
Pertemuan Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim dengan para Pemuka Agama membahas pencegahan penyebaran virus corona.

PEMUKA AGAMA SEPAKAT MINIMALKAN KEGIATAN UNTUK ANTISIPASI PENYEBARAN VIRUS CORONA

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Dalam rangka melakukan peningkatan kewaspadaan dan pencegahan penularan Corona Virus Disease (Covid – 19) Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus berkoordinasi dengan berbagai pihak termasuk dengan sejumlah tokoh pemuka agama.

Pertemuan dilakukan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak dengan para pemuka agama diantaranya Hindu yang diwakili Ketua PHDI Jatim dan Ketua Banjar serta PHDI Surabaya, Buddha diwakili Ketua Walubi Jatim dan Permabudhi, Khonghucu diwakili Ketua Matakin Jatim dan Ketua Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Jatim di Grahadi Surabaya, Sabtu (21/03/2020).

Dihadapan para pemuka agama yang didampingi Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur bersama Kepala Bidang Bimbingan Masyarakat Agama Hindu dan Buddha, Gubernur mengingatkan bahwa penyebaran Covid – 19 semakin cepat meluas di Jawa Timur seperti di Surabaya dan Malang Raya dan sekitarnya.

Disini dijelaskan data terakhir secara keseluruhan peningkatan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) menjadi 72 orang dan Orang Dalam Pengawasan (ODP) menjadi 651 orang dan ditampilkan tayangan peta penyebaran Covid – 19 di hampir seluruh Kabupaten dan Kota se – Jawa Timur.

“Kami sampaikan peta penyebaran Covid – 19 di Jawa Timur seperti ini sebarannya cepat sekali, oleh karena itu kalaupun masih ingin melakukan peribadatan maka harus diperhatikan seperti penyemprotan disinfektan, menjaga jarak, menggunakan penutup masker, khotbah pendek dan tidak bersalaman langsung pulang ke rumah, juga ada peribadatan yang diikuti banyak orang namun tidak bisa dilakukan jarak sosial seyogyanya tetap bisa dilakukan seperti anjuran Bapak Presiden ibadah itu di rumah,” ungkap Gubernur.

Diterangkan pemuka agama bahwa kegiatan peribadatan baik umat agama Hindu, Buddha dan Khonghucu serta LDII sejak merebaknya Covid – 19 secara internal sudah melakukan antisipasi dengan mengurangi berkumpulnya umat dalam peribadatan di tempat ibadah di Pura bagi umat Hindu, Vihara umat Buddha juga Klenteng umat Khonghucu serta LDII yang mengelola ratusan Masjid dan Pondok Pesantren serta sekolahan.

Sementara Wakil Gubernur Jatim menjelaskan para pemuka agama telah melakukan langkah meminimalisir kegiatan yang melibatkan umat terkait kewaspadaan penyebaran Covid – 19, “hasil keputusan bersama ini antara lain pemuka agama bisa memberikan edukasi agar umat tetap tenang, setiap tempat ibadah untuk menyiapkan sanitasi umat dan sarana prasarana serta jaga jarak, sesuai dengan anjuran Pemerintah untuk kegiatan keagamaan yang melibatkan massa dalam jumlah besar agar dihindari,” terang Wagub Jatim. (Red)

Check Also

UNBK SMA DIUNDUR PEMPROV JATIM GUNA CEGAH PENYEBARAN VIRUS CORONA

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Antisipasi penyebaran Corona Virus Disease (COVID – 19)