Minggu, 29 Maret 2020, 3:04
Home / NEWS / INI BIAYA BEROBAT BAGI PENDERITA CORONA TERMASUK PEMERIKSAAN ODP DAN PDP DI RS UNAIR
RS Unair.

INI BIAYA BEROBAT BAGI PENDERITA CORONA TERMASUK PEMERIKSAAN ODP DAN PDP DI RS UNAIR

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Semakin bertambahnya pasien terdampak virus corona di Jawa Timur khususnya Surabaya membuat masyarakat semakin waspada sehingga tak sedikit dari mereka ingin memeriksakan diri bila mengalami gejala terdampak virus ke Rumah sakit. Begitu banyaknya masyarakat yang ingin memeriksakan diri membuat mereka membutuhkan informasi biaya pemeriksaan bila terjangkit virus, Sabtu (21/03/2020).

Melihat hal tersebut Rumah Sakit Universitas Airlangga mengeluarkan informasi biaya yang harus dikeluarkan masyarakat bila melakukan pemeriksaan dan pengobatan sesuai dengan Peraturan Kementerian Kesehatan (Permenkes) diantaranya : Pertama, Nomor 07/Menkes/1692020 tentang Penetapan Rumah Sakit Rujukan. Kedua, Permenkes No 59/2016. Dan, ketiga Permenkes HK.0107/Menkes/182/2020 tentang Jejaring Laboratorium Pemeriksaan Corona.

Manajer Pelayanan Medis RS UNAIR, M. Ardian Cahya Laksana., dr., Sp.OG (K) menjelaskan, “prinsipnya Rumah Sakit UNAIR ini taat dan patuh tunduk pada peraturan yang berlaku sehingga dari permenkes – permenkes tersebut, memang sudah ada petunjuk pelaksana teknis dan pelaksanaan tentang pemeriksaan corona ini serta pembiayaannya, termasuk kriteria – kriteria pembiayaannya,” jelasnya.

M. Ardian menambahkan poin pertama, “masyarakat umum yang memiliki gejala COVID – 19, pemeriksaan COVID – 19 tidak dikenakan biaya, yang dimaksud gejala COVID – 19 itu adalah berupa panas tinggi lebih dari 38 derajat celcius lalu batuk, sesak napas, serta memiliki riwayat kontak positif, dan atau memiliki riwayat bepergian ke daerah terjangkit yang kemudian didiagnosis oleh dokter sebagai ODP (orang dalam pemantauan) atau PDP (pasien dalam pengawasan),” terangnya.

”Sekali lagi, jadi yang poin satu ini bagi masyarakat umum yang memiliki gejala (COVID – 19, Red) itu tadi, kemudian dikonfirmasi oleh dokter yang memeriksa sebagai ODP atau PDP, maka pemeriksaannya itu tidak dikenakan biaya,” tambah M. Ardian.

Pada poin kedua M.Ardian menjelaskan, “masyarakat yang tidak memiliki indikasi atau gejala COVID – 19 dan diagnosis dokter sebagai non – ODP atau non – PDP atau kebanyakan orang – orang yang panik saja yang memeriksakan, maka untuk hal tersebut akan dikenakan biaya,” ungkapnya.

Berikutnya poin ketiga, “pemeriksaan atas permintaan institusi seperti BUMN (Badan Usaha Milik Negara), BUMD (Badan Usaha Milik Daerah), Pemda (Pemerintah Daerah), perusahaan perbankan, dan perusahaan swasta dikenakan biaya sesuai tarif MCU (Medical Check – up) yang berlaku di RSUA, ditambah biaya pemeriksaan atau tes swab tenggorokan dan hidung (swab PCR COVID – 19). Jadi, demikian untuk lebih detail terkait dengan itu silahkan menghubungi Hotline kami seputar penanganan COVID – 19 (0887 1294 129),” pungkasnya. (Red)

Check Also

UNBK SMA DIUNDUR PEMPROV JATIM GUNA CEGAH PENYEBARAN VIRUS CORONA

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Antisipasi penyebaran Corona Virus Disease (COVID – 19)