Selasa, 23 Oktober 2018, 20:44
Home / NEWS / FASILITAS PELAYANAN KESEHATAN JATIM SEMAKIN KUAT DENGAN HADIRNYA RSI SURABAYA

FASILITAS PELAYANAN KESEHATAN JATIM SEMAKIN KUAT DENGAN HADIRNYA RSI SURABAYA

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Gubernur Jawa Timur, Dr. H. Soekarwo mendampingi Wakil Presiden RI, Dr. (HC) H. Muhammad Jusuf Kalla meresmikan Gedung Graha Rumah Sakit Islam Surabaya (RSIS), Jl. A. Yani No. 24 Surabaya, Kamis (12/07/2018).

Dalam hal ini Pakde Karwo, sapaan akrab Gubernur Jatim menyampaikan Kehadiran Rumah Sakit Islam Surabaya (RSIS) Jl. A Yani no. 24 Surabaya semakin memperkuat fasilitas pelayanan kesehatan berkualitas di Jawa Timur. Dengan kualitas tersebut, diharapkan RSI semakin berkontribusi aktif dalam melakukan upaya promotif dan preventif kesehatan bagi masyarakat Jatim.

Dikatakan juga oleh Pakde Karwo, secara struktur, fasilitas pelayanan kesehatan di Jatim sudah sangat lengkap. Mulai dari tingkat desa dimana terdapat 5.721 Pondok Bersalin Desa (Polindes), dan 3.213 Pondok Kesehatan Desa (Ponkesdes). Kemudian di tingkat kecamatan terdapat 964 Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas), dan 2.720 Puskesmas Pembantu (Pustu), hingga terdapat 377 Rumah Sakit (RS) di tingkat Kabupaten/Kota.

“Dari 377 Rumah Sakit itu, sebanyak 75% sudah terakreditasi. Dan dari seluruh RS di Jatim, 70% nya adalah RS swasta. Karena itu, kami memberi apresiasi kepada RSIS yang terus meningkatkan pelayanan yang berkualitas bagi masyarakat” katanya.

Pakde Karwo menambahkan, meski fasilitas tersebut sudah lengkap, namun diharapkan pelayanan kesehatan diseluruh tingkat, mulai desa hingga Kabupaten/Kota, bahkan sampai pusat, agar lebih mengutamakan penguatan fungsi promotif dan preventif. Yakni mempromosikan gaya hidup sehat dan pencegahan penyakit.

“Jadi konsepnya adalah bagaimana agar orang hidup sehat, bukan mengobati atau menyembuhkan orang sakit (kuratif). Pembiayaan di BPJS sebagian besar adalah di kuratif, saya pikir konsep JKN akan jebol jika konsep utamanya adalah menyembuhkan orang sakit. Kita harus lebih mengutamakan upaya promotif – preventif,” tambahnya.

Gubernur kelahiran Madiun ini mencontohkan, salah satu upaya promotif – preventif adalah dalam menangani gizi buruk. “78% penyebab gizi buruk adalah karena asupan makanan, jadi kita harus terus melakukan edukasi dan sosialisasi pengetahuan tentang asupan makanan kepada masyarakat” katanya. (Red)

Check Also

UNIK, URUS SIM PAKAI KOPIAH DI MOMEN HSN

WAGATABERITA.COM – PROBOLINGGO. Petugas pelayanan pengurusan SIM (Surat Ijin Mengemudi), yang berdinas di Kantor Satpas (Satuan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *