Rabu, 17 Juli 2019, 19:36
Home / EKONOMI / PEMUKA AGAMA MINTA SEMUA MENAHAN DIRI TUNGGU HASIL RESMI KPU
Multaqua Ulama se Jakarta.

PEMUKA AGAMA MINTA SEMUA MENAHAN DIRI TUNGGU HASIL RESMI KPU

WAGATABERITA.COM – JAKARTA. Memanasnya situasi politik menjelang pengumuman hasil penghitungan suara resmi penyelenggara pemilu 22 Mei 2019 mendatang semakin tinggi, hal itu membuat sejumlah ulama, habaib dan cendikiawan muslim se DKI Jakarta menolak aksi intervensi maupun tindakan inkonstitusional terhadap Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Tak ayal tekanan terhadap KPU semakin menguat dan ancaman people power, dengan mengumpulkan ahli IT untuk menanggapi penghitungan rekapitulasi KPU pun semakin kencang, bahkan Informasi melalui chatting atau media sosial ada sekelompok massa akan melakukan aksi dan menduduki KPU dua hari sebelum pengumuman resmi penyelenggara pemilu tersebut.

Para pemuka Agama Ibukota sepakat mengeluarkan sikap menjaga kesucian bulan Ramadhan, dukung KPU dan tolak tindakan delegitimasi komisi negara itu, serta mengajak seluruh elemen Bangsa dan umat Islam menjaga persatuan dan kesatuan dengan agenda Multaqa Ulama Habaib dan Cendikiawan Muslim se DKI Jakarta.

Ketua Lembaga Takmir Masjid DKI Jakarta, Muhamad Husni Muksin mengatakan, “Berkumpulnya para alim ulama, habaib dan cendikiawan bahwa sahnya terpanggil karena merekalah yang menjadi corong, mereka yang menjadi panutan di tengah – tengah masyarakat dimana masyarakat kita ini boleh dikatakan yg terombang ambing dengan berita yang dasyat,” kata nya di Hotel Crowne Plaza, Jakarta, Rabu (08/05/2019) malam.

Masyarakat di buat binggung dengan pemberitaan yang di nilai panas dan saling menyudutkan dua pihak Capres, “Ada berita yang panas untuk menyudutkan satu pihak dan tidak mengakui lembaga yang resmi dinegara kita ini yang membuat kita ini sulit menyaring hal yang tidak benar seolah – olah menjadi benar karena berita itu terus berulang – ulang,” ujarnya.

Multaqua Pemuka Agama Se Jakarta.

Seharusnya jika tidak terima terhadap hasil yang dikerjakan KPU, ada jalur hukum sesuai prosedur perundangan di Indonesia melalui Mahkamah Konstitusi (MK), “Tidak harus menggosok, atau memanas – manasi masyarakat, dimana masyarakat kita ini kalau sudah menjadi masyarakat yang banyak sehingga menjadi kekuatan untuk membangkitkan emosi, yang dikhawatirkan yang terjadi adalah tindakan makar itu,” ucapnya.

Karenanya dihimbau, bulan puasa ini masyarakat wajib menjaga kesucian Bulan Ramadhan dengan tekun dan ikhlas, dan kepada eleman Bangsa dan warga Jakarta hendaklah mengutamakan kepentingan umum dan menjaga kesatuan dan persatuan.

“Kita berharap di bulan puasa ini tidak ada demo, supaya Jakarta ini damai nyaman dan aman. Mengingat Jakarta sebagai barometer, dengan beraneka ragam suku, ras, agama dan budaya, seyogyanya mari kita ciptakan Ibukota negara ini aman, nyaman, bersih, manusiawi dan berwibawa. Jadi menunggu hasil sidang final KPU lah,” tandas Ketua Panitia Multaqa itu. (Red/*)

Check Also

RISMA TERTAWA SAAT DIMINTA MAJU MENJADI GUBERNUR DKI JAKARTA 2022

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Dalam Sebuah Video yang diunggah oleh sebuah akun