Kamis, 20 Juni 2024, 6:48
Home / KESEHATAN / FORIKAN JATIM KAMPANYEKAN MAKAN IKAN
Ketua Forikan Jatim Dra. Hj. Nina Soekarwo, M.Si Saat Membuka Pertemuan Forikan Dan Lomba Masak Ikan Tingkat Provinsi Jatim di Pakuwon Imperial Ballroom Surabaya, Selasa (18/07/2017). Sumber Foto : Endri Soedarto

FORIKAN JATIM KAMPANYEKAN MAKAN IKAN

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Mengkonsumsi ikan memiliki pengaruh sangat baik bagi kecerdasan, terutama bagi anak – anak sebagai penerus bangsa, termasuk anak Indonesia. Apalagi dalam 1.000 hari pertama kehidupan anak, termasuk sejak masih dalam kandungan. Untuk itu, berbagai upaya yang terus dilakukan oleh Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) Jatim guna meningkatkan konsumsi ikan masyarakat terutama bagi ibu – ibu sejak hamil hingga menyusui perlu diapresiasi dan didukung oleh seluruh komponen, baik masyarakat maupun pemerintah.

“Kandungan protein, omega 3, serta berbagai vitamin dalam ikan dapat meningkatkan kecerdasan otak, termasuk tumbuh kembang anak akan sangat baik bila rutin mengkonsumsi ikan mulai dari usia 0 – 8 tahun,” ungkap Ketua Forikan Jatim Dra. Hj. Nina Soekarwo, M.Si saat membuka pertemuan Forikan dan lomba masak ikan tingkat Provinsi Jatim di Pakuwon Imperial Ballroom Surabaya, Selasa (18/07/2017).

Bude Karwo, sapaan akrab istri Gubernur Jatim. Ketua Forikan Jatim mengungkapkan, pada Tahun 2020, Jatim akan mengalami bonus demografi. Artinya, jumlah penduduk usia produktif (15 – 64 tahun), mencapai 2/3 dari total jumlah penduduk. Hal ini harus diantisipasi dengan peningkatan kualitas SDM. “Untuk itu anak – anak sejak sekarang harus mendapat gizi yang baik terutama melalui ikan sehingga nantinya akan menjadi generasi produktif dan tidak menjadi beban negara,” katanya.

Pemprov Jatim, lanjutnya, terus mensosialisasikan Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan). Gerakan ini bertujuan membangun kesadaran gizi individu maupun kolektif masyarakat untuk makan ikan.

“Memang tidak mudah merubah mindset masyarakat terutama di pedesaan yang masih beranggapan makan ikan itu cacingan. Kita coba untuk mengedukasi mereka salah satunya lewat kader PKK, posyandu, atau lomba seperti ini,” ungkapnya.

Tak hanya itu, berbagai upaya juga terus dilakukan untuk mendorong tingkat konsumsi ikan masyarakat. Seperti mendorong implementasi gemar ikan di instansi terkait, mengembangkan jejaring kerjasama, serta melakukan komunikasi tentang program Gemarikan kepada masyarakat. “Kami harap melalui lomba ini dapat menciptakan inovasi masakan ikan dan memunculkan wirausaha baru di bidang kuliner berbahan dasar ikan,” ungkap isteri Gubernur Jatim ini.

Menurut Bude Karwo, tingkat konsumsi ikan di Jatim terus meningkat dari tahun ke tahun. Tingkat konsumsi ikan paling tinggi di Jatim yakni di Kab. Sumenep, yakni 53 kg per kapita/tahun, sedangkan rata – rata Jatim sekitar 31 kg per kapita/tahun. Di Jatim sendiri, menurutnya, punya potensi luar biasa terkait produksi ikan. Dimana luas perairan Jatim yakni 208.138 km2 dan memiliki potensi ikan luar biasa yang bisa dikembangkan.

Bude Karwo mencontohkan, konsumsi ikan di negara Jepang sangat tinggi yakni seperlima hasil ikan dunia. Mulai makanan pembuka sampai penutup semua menggunakan ikan, dan hasilnya sebagian besar masyarakat Jepang cerdas. “Kita bisa contoh masyarakat Jepang yang banyak mengonsumsi ikan, Usia Harapan Hidup (UHH) mereka sangat tinggi sampai 83 tahun, kalau kita disini masih sekitar 71 tahun. Ini sangat dipengaruhi oleh makanan yang dimakan,” ungkap Ketua TP PKK Prov. Jatim ini.

Ditambahkannya, belum optimalnya konsumsi ikan di Jatim disebabkan beberapa hal. Seperti pengetahuan mengenai gizi dan teknik pengolahan ikan yang masih terbatas, harga ikan yang bergengsi seperti kakap merah, udang dan cumi masih relatif mahal, tingkat referensi masakan ikan belum berkembang, serta citra atau image ikan dalam acara khusus belum berkembang. “Kalau perlu kita buat wisata kuliner berbahan ikan, misal restoran yang bisa memilih sendiri, jadi masyarakat akan lebih antusias,” ungkapnya.

Sebelumnya, Ketua Forikan Nasional, Djoko Maryono mengatakan saat ini konsumsi ikan 100 – 200 gram per hari. Ini salah satunya, berkat usaha dan kerja keras Forikan yang tersebar di 34 provinsi, 228 kabupaten / kota. (Endri Soedarto/Halu)

Check Also

PSI MENANG BPJS GRATIS MULAI DIGAUNGKAN DI SURABAYA

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Tak main – main janji program yang akan dilakukan Partai Solidaritas Indonesia …