WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Ino Septiano (19) kini hanya bisa menyesali perbuatannya. Saat ditemui di halaman Mapolres Surabaya, dia mengaku sudah dua kali melakukan penjambretan, Selasa (25/07/2017).
“Saya ngambil hape. Barangnya saya jual. Uangnya buat mabuk – mabukan,” aku Ino.
Remaja pengangguran ini mengaku diajak oleh temannya. Karena tidak tertangkap dia mengulanginya. Yang kedua dia malah kena batunya.
Saat kejadian, Ino mengaku yang bertugas mengambil telepon genggam korban. Sedangkan Danu yang mengendalikan motor.
Tak disangka, korban mengejar. “Waktu dipepet, saya spontan nendang. Dia (korban, red) dan saya jatuh. Saya lalu kabur,” terang Ino.
Setelah kejadian tersebut Ino tidak keluar rumah lagi. Dia mengaku tahu kedua korbannya masuk rumah sakit dan salah satunya harus diamputasi kakinya.
“Saya tahu dari tivi. Saya kasihan dan menyesal,” ujar Ino.
Setelah bersembunyi selama tiga hari, akhirnya Ino diringkus petugas di dekat rumahnya. (Anggun)
Wagata Berita wagata berita adalah website yang berisikan berita-berita terkini.