WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Pelari asal Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) Meri Mariana Paijo merasa belum puas, meski berhasil merebut juara II, lomba lari kategori 5 kilometer putri pada event Surabaya Half Marathon Minggu (13/08). Itu sebabnya, ia meminta kepada panitia agar kedepan, pelari luar negeri dibuat kelompok tersendiri.
Meri pada event kali ini, mencatat waktu 17 : 16 detik, tidak jauh beda dengan juara I Cynthia Chelang Towet dari Kenya yang menempuh kecepatan waktu 16 : 59 detik dan merebut hadiah Rp 7,5 juta.
‘’Saya belum puas karena baru juara II,‘’ ujar perempuan Kupang yang berhasil merebut hadiah uang tunai sebesar Rp 5 juta itu.
Meri (30), yang telah dikaruniai satu orang anak ini, berharap kedepan panitia dapat membagi dua kelompok, yakni open luar negeri dan open dalam negeri. Itu untuk memberi kesempatan kepada pelari Indonesia mengukir prestasi juara di negerinya sendiri.
‘’Jangan dijadikan satu kelompok dengan pelari luar negeri,‘’ tandas Meri dengan nada protes. Senada dengan Meri, juga dikemukakan pelari Kupang lainnya, Valerius Luan (52). Kata Valerius, selain membagi kelompok pelari luar negeri dan dalam negeri, juga harus ada kelompok umur, ini khusus master. Misalnya, kelompok umur anak – anak, remaja dan kelompok umur 40 tahun ke atas. Cara ini sudah dilakukan di daerah lain, hanya di Surabaya belum, tandas pria yang hobi lari itu. ‘’Saya ini hanya hobi. Nanti di Bali tanggal 27, saya pun ikut lomba,” ujarnya.
Kategori lomba lari 5 K pada event Surabaya Half Marathon 2017, juara III diraih pelari Nakuwa Rebecca, juga dari Kenya dengan catatan waktu 18 : 18 dengan hadiah Rp 2,5 juta juara IV diraih oleh Novita Andriayani dengan catatan waktu 19 : 20 detik dari Surabaya dengan hadiah Rp 1,5 juta dan juara V direbut oleh Tri Yani Pamungkas dari Sumatera Utara dengan hadiah Rp 1 juta. (Haludin Ma’waledha)
Wagata Berita wagata berita adalah website yang berisikan berita-berita terkini.