WAGATABERITA.COM – KENDARI. Agen First Travel (FT) di Kota Kendari, Provinsi Sultra, Iskandar Muntu yang coba dihubungi oleh wagataberita.com melalui telpon selulernya akhirnya tersambung. Iskandar yang kini sedang berada di Jakarta untuk mencari kejelasan 170 jamaah FT Kendari yang gagal berangkat akibat kasus penipuan yang dilakukan oleh bos FT Andika Surachman dan Anniesa Hasibuan. “Saya sudah melapor di Bareskrim 170 jamaah saya yang tidak jadi berangkat. Dan hari ini, saya telah melaporkan ke pengadilan praniaga terkait kejelasan status jamaah saya. Untuk kerugian mencapai Rp 2,8 miliar yang berasal dari uang jamaah” kata Iskandar.
- SIDANG PRAPERADILAN POLRES SIDOARJO KUASA HUKUM SIMPULKAN BUKTI TERMOHON KUATKAN DAN DUKUNG DALIL PEMOHON
- DIDUGA TAK SAH TETAPKAN TERSANGKA POLRES SIDOARJO DI PRAPERADILAN KAN
- ANGGOTA DEWAN TRENGGALEK TERTIPU PULUHAN JUTA RUPIAH
- GADAIKAN MOTOR TEMAN, PRIA DI TRENGGALEK DITANGKAP POLISI
- KORBAN PENIPUAN CPNS BERTAMBAH
Kepada wagataberita.com Iskandar bercerita awalnya dirinya tertarik menjadi agent FT di Kota Kendari. Awal kenal FT ditahun 2013 dirinya mendaftarkan diri bersama sembilan keluarganya untuk berangkat Umroh dengan menggunakan jasa FT. “Saya kenal dengan FT dari seseorang yang saya ketemu di mesjid. Dia bercerita dengan FT, dimana pada saat itu FT menawarkan harga Rp 9 juta untuk paket umroh. Kemudian saya daftar 2013 bersama keluarga dan kami berhasil diberangkatkan tahun 2014,” tutur Iskandar.
Mendapatkan pelayanan baik dengan harga paket umroh yang terbilang murah dari pada kasa umroh lainnya, setelah pulang umroh Iskandar kembali mendaftarkan diri untuk umroh bersama FT. Dan keberangkatan kedua tersebut Iskandar berhasil memboyong keluarga serta kerabat yang berjumlah 30 orang untuk umroh bersama FT. “Karena saya dapat pelayanan baik kemudian saya promosikan kepada keluarga dan teman – teman. Kemudian mereka mendaftar ditahun 2014 dan berhasil berangkat ditahun 2015,” katanya.

Setelah pulang dari umroh ditahun 2015, Iskandar pun ditawari menjadi agen FT di Kendari dengan persyaratan membayar uang pendaftaran sebesar Rp 2 juta. Tanpa berpikir panjang Iskandar kemudian mendaftar dan menjadi agen FT di Kendari, dan setelah resmi minjadi agen Iskandar mengikuti pelatihan dikantor pusat FT di Jakarta. “Dalam pelatihan itu perwakilan Sultra bukan hanya saya, selain saya agen di Kendari ada juga dua orang yaitu agen Kolaka dan Agen Bau – bau,” lanjutnya.

Setelah resmi menjadi agen Iskandar bersama istripun rutin mempromosikan FT kepada keluarga dan kerabatnya dengan berdasarkan pengalaman yang mereka alami waktu masih menjadi jamaah FT. Iskandarpun membuka kantor agen FT di kediamannya di BTN 1 Blok G 24, Kota Kendari. “Setalah resmi jadi agen, ditahun 2016 saya berhasil memberangkatkan 50 jamaah melalui FT. Dan jamaah yang telah berhasil diberangkatkan mempromosikan kepada keluarganya sehingga saya bisa dapat jamaah 170 orang,” jelasnya.
Namun harapan 170 jamaah dibawah naungan Iskandar berangkat ke Mekkah tahun 2017, harus hilang akibat bos Travel tersebut harus berurusan dengan pihak Kepolisian akibat kasus penipuan jamaah umroh. Dimana setiap jamaah telah menyetorkan Rp 17 juta kepada FT dengan harapan agar diberangkatkan” Jamaah dijanji akan diberangkatkan Februari 2017, namun harus ditunda dibulai Maret. Terakhir ditunda dibulan Juni hingga saat ini, saya saja sudah dua bulan di Jakarta untuk mengurus kejelasan para jamaah saya. Harapan kami semua dapat diselesaikan dengan baik dan untuk para pelaku diproses sesuai hukum yang berlaku, Selasa (29/08/2017). (Erwin)
Wagata Berita wagata berita adalah website yang berisikan berita-berita terkini.