WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Ketua Pengurus Ranting NU Keputih, Nur Kholis dan didampingi Korlap Khusnul Hidayat beserta pemuda dan masyarakat Keputih mengadakan unjuk rasa penggalangan tanda tangan penolakan pembangunan Apartemen Kost (Aparkost), di Keputih Gg Makam, Sabtu (09/09/2017).
Nur Kholis Ketua Ranting NU menjelaskan, rencana pembangunan Aparkost di Gg Makam ini akan menjadikan kondisi sosial masyarakat akan terganggu. Ini atas laporan warga dan kami telah mengumpulkan tokoh – tokoh di Keputih untuk kami minta masukkan dan saran dari beliau – beliau.
Kami juga menemui tokoh – tokoh yang bernaung di Nahdlatul Ulama untuk meminta masukan dan arahan dari beliau – beliau, tambahnya.
“Warga Keputih tegas menolak rencana pembangunan Apartemen Kost (APARKOST) ditengah kampung Keputih Gang Makam dengan pertimbangan dampak negatif yang ditimbulkan lebih bahyak daripada dampak positif nya bagi masyarakat Keputih secara umum,” ungkap Nur Kholis.
Hasil pertemuan dengan Tokoh – tokoh masyarakat memberikan sebagian alasan – alasan sebagai dasar Apartkos ini tidak dilanjutkan, diantaranya sebagai berikut :
Pertama, dari segi sosial, aparkost akan dibangun ditengah kehidupan kampung Keputih secara eksklusif dari masyarakat sekitar, dengan jumlah kamar/unit sekitar 300 unit lebih dan diperjual belikan secara umum sehingga setiap unit dapat dimiliki oleh orang – orang yang berbeda yang kemudian akan disewakan kembali, hal ini tentu akan menyulitkan bagi warga khususnya pengurus RT/RW untuk mengontrol lingkungannya dari segi sosial.
Kedua, Dari segi keamanan lingkungan, aparkost yang akan dibangun ditengah perkampungan keputih dengan jumlah kamar sekitar 300 atau lebih, akan dihuni oleh ratusan pendatang, hal ini tentu akan membuat wilayah keputih khususnya wilayah Gg Makam menjadi lingkungan yang semakin bebas dan tidak mudah di kontrol sehingga kejahatan khususnya pencurian semakin marak terjadi di wilayah keputih.
Ketiga, Akses jalan Gg Makam merupakan jalan milik warga keputih yang lebarnya sekitar 2,5 m, yang diperuntukkan untuk mengantar jenazah warga Keputih ke makam Islam keputih yang terletak sekitar 200 M di selatan rencana lokasi aparkost, kalau aparkost didirikan dengan ratusan penghuni dengan kendaraan mereka masing – masing tentu akan sangat mengganggu. Apalagi lokasi rencana pembangunan Aparkost juga berdekatan dengan Sekolah dan Masjid yang setiap hari ramai dengan aktiitas pendidikan dan ibadah.
Dan yang kempat, persaingan usaha, yang akan timbul dimana masyarakatnya menggantungkan penghasilan dari usaha kos – kosan yang sampai saat ini bersaing secara sehat. Jika ada aparkost dengan kapasitas ratusan penghuni, maka tentu akan sangat merugikan masyarakat keputih secara luas karena akan terjadi persaingan yang tidak sehat dan sangat berpotensi menimbulkan konflik, pungkasnya. (Endri Soedarto)
- STOK BERAS JATIM BERLIMPAH KHOFIFAH TEGASKAN TAK AKAN IMPOR
- UPAYA KERAS SELAMA INI JATIM BERHASIL RAIH PENGHARGAAN KINERJA PTSL 2020
- SERAHKAN SERTIFIKAT BERSAMA GUBERNUR JATIM, PRESIDEN APRESIASI KINERJA BPN JATIM SESUAI TARGET
- PRESIDEN SERAHKAN 2867 SK IZIN PEMANFAATAN HUTAN PERHUTANAN SOSIAL
- SERTIFIKASI LAHAN DORONG PENINGKATAN EKONOMI PEDESAAN
Wagata Berita wagata berita adalah website yang berisikan berita-berita terkini.