Jumat, 16 November 2018, 1:52
Home / NEWS / HUKUM / TEGA !! AYAH KANDUNG ANIAYA ANAKNYA DIREKAM DAN DIVIRALKAN

TEGA !! AYAH KANDUNG ANIAYA ANAKNYA DIREKAM DAN DIVIRALKAN

WAGATABERITA.COM – SEMARANG. Penganiaan Rachman La Saleh (27) kepada anak kandungnya sendiri yang direkamnya dalam video dan diviralkannya melalui media online adalah warga Desa Saraaya, Kecamatan Kulisusu, Kabupaten Buton Utara, Sulawesi Tenggara.

Atas perbuatan kejinya itu Rachman ayah Sadis dan keji itu terancam pasal berlapis dapat diancam pidana 15 tahun.

Dalam hal ini Arist Merdeka Sirait selaku Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak di Semarang (06/09) memberikan keterangan kepada media menanggapi video kekerasan terhadap anak itu menjelaskan Mengingat Rachman sebagai pelaku penganiayaan adalah ayah kandung korban, berdasarkan ketentuan UU RI Nomor 35 Tahun 2014 mengenai perubahan UU RI Nomor 23 Tahun 2002 ancaman hukuman 15 tahun dan dapat ditambah sepertiga dari pidana pokoknya.

Diketahui dalam video yang viral di media sosial dengan durasi 2 menit 33 detik itu, Rachman berkali – kali menganiaya bocah malang 2,5 tahun itu dengan cara mencekik leher dan memukul kepala anaknya.

Tidak hanya itu, didepan kamera Rachman berulang – ulang lakukan pemukulan pada kepala dan membekap mulut anaknya sambil mengacungkan dan menempelkan pisau ke leher anaknya.

Dalam video penganiayaan itu, Rachman juga berlaku sadis. Dengan menempelkan pisau keleher sambil memukul kepala anaknya, dan memaksa anak nya untuk memanggil – manggil ibunya.

“Menangis kau, menangis,” panggil mamakmu atau kau mati, itu lihat mamakmu sudah pergi dengan laki – laki lain sambil memukul dan mencekik leher anaknya sampai si Balita malang itu tidak bisa bernafas dan mengeluarkan ingus.

Rachman yang saat ini sudah ditangkap dan mendekam di tahanan Polsek Kalisusu Buton Utara untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, sementara istrinya TD (26) masih dimintai keterangan oleh penyidik Polisi Sektor Kaliusu.

Komisi Nasional Perlindungan Anak sebagai lembaga independen yang bertugas memberikan pembelaan dan perlindungan anak di Indonesia menyampaikan apresiasi setinggi – tingginya atas kerja cepat dan responsif aparat penyidik Polri di Polsek Kalisusu atas kerja keras Polres Kalisusu menangkap Rachman.

Untuk membuat efek jera dan membangun kesadaran masyarakat bahwa penganiayaan yang dilakukan Rachman terhadap anaknya merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan yang tidak dapat ditoleransi dan yang dapat diancam hukuman 20 tahun penjara.

Dengan demikian, Komnas Anak sebutan lain dari Komnas Perlindungan Anak (Komnas PA) mendesak agar pemerintah bersama masyarakat khususnya masyarakat Buton segera mencanangkan Gerakan Perlindungan Anak Sekampung di seluruh wilayah hukum Buton Utara.

Agar masing – masing kampung bersepakat menjadi benteng melindungi dan mengusir predator anak dan menjadikan rumah sebagai lini atau garda terdepaan memberikan perlindungan bagi anak. Sering kali Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) membawa mala petaka bagi anak. Oleh sebab itu hentikan Kekerasan terhadap anak sekarang juga, tambah Arist penuh harap. (Red/IWO Jumat 07/09/2018)

Check Also

TURUT BERDUKA, KEJAKSAAN GELAR SHALAT GAIB SERENTAK DOAKAN KORBAN MUSIBAH LION

WAGATABERITA.COM – JAKARTA. Kejaksaan RI yang ikut prihatin pada musibah jatuhnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *