Kamis, 15 November 2018, 18:10
Home / NEWS / HUKUM / LAGI PENGUSAHA TERNAMA DI KOTA PROBOLINGGO DILAPORKAN KE PN
Kuasa hukum pihak koperasi.

LAGI PENGUSAHA TERNAMA DI KOTA PROBOLINGGO DILAPORKAN KE PN

WAGATABERITA.COM – PROBOLINGGO. Manajemen Koperasi Mitra Perkasa, kembali melakukan pelaporan secara perdata ke Pengadilan Negeri Kota Probolinggo, Kamis (13/09/2018).

Kali ini laporan ditujukan terhadap Zulkifli Chalik beserta keluarga besarnya, atas tuduhan menggunakan nama Koperasi, untuk meminjam uang ke Bank Bukopin senilai Rp 3 miliar.

Ada sekitar 8 orang yang dilaporkan, atas perkara tersebut. Adalah Zulkifli Chalik, dimana saat itu merupakan ketua 1 Koperasi ; Boediharjo, selaku Ketua 2 ; Panto Adi Admojo, selaku sekretaris Koperasi 1 ; Nuke Melila, selaku sekretaris 2 ; Darin Nusron, selaku bendahara 1 ; Nunung Kodratilah, selaku bendahara 2 ; Oktaria Kharisma , selaku bendahara 3 dan Audi Firmana.

Tak hanya pengurus Koperasi, pihak Bank Bukopin selaku pemberi pinjaman juga dilaporkan, oleh manajemen Koperasi saat ini.

Dalam isi surat pelaporan perdata bernomor 38 itu, 8 orang tergugat menggunakan nama Koperasi, untuk meminjam uang sebesar 3 miliar ke Bank Bukopin.

Kepada wartawan, kuasa hukum koperasi, Putut Gunawarman mengatakan, jika uang pinjaman itu tercatat sekitar tahun 2013 lalu. Sementara sejumlah orang yang terlibat dalam pinjaman itu, ada 8 orang yang dilaporkan.

Putut juga menyebut, jika kedelapan orang dimaksud masih memiliki ikatan keluarga. Pinjaman 3 miliar sendiri dijelaskan Putut, tidak dinikmati pihak Koperasi.

“Mereka yang terlibat, hubungannya keluarga. Yakni anak kandung, keponakan, dan adik,” terangnya.

Sementara saat dikonfirmasi, lewat sambungan seluler oleh wartawan, Zulkifli Chalik selaku pihak terlapor mengaku menyerahkan sepenuhnya proses hukum, terhadap pihak pengadilan.

Zulkifli kembali mempersilahkan pihak pengadilan, untuk membuktikan benar tidaknya perkara tersebut.

“Kita tunggu saja hasilnya nanti, saya serahkan pihak pengadilan untuk membuktikan benar tidaknya tuduhan,” terang pengusaha ternama di Kota Probolinggo itu.

Adanya pelaporan ini, merupakan buntut terjadinya aksi lurug para anggota Koperasi Mitra Perkasa, Rabu lalu (29/08).

Mereka tak terima, setelah merasa dibatasi dan kesulitan dalam mencairkan uang simpanannya, di Koperasi Mitra Perkasa.

Sementara manajemen Koperasi Sendiri menyebut, pembatasan dilakukan lantaran terkendala banyaknya pinjaman oleh nasabah dalam bentuk piutang, yang nilainya mencapai sekitar Rp 100 miliar. (Zulkiflie)

Check Also

PALAK WARUNG, PETUGAS DISHUB GADUNGAN INI DITANGKAP DI MUSEUM PROBOLINGGO

WAGATABERITA.COM – PROBOLINGGO. Seorang petugas Dishub (Dinas Perhubungan) gadungan berseragam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *