WAGATABERITA.COM – TRENGGALEK. Pemerintah Kabupaten Trenggalek mewacanakan akan melakukan revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Sebelum melakukan revisi, Pemkab Trenggalek melalui Bapeda Litbang Trenggalek lakukan sosialisasi dan konsultasi publik di Gedung Bhawarasa Pendopo Manggala Praja Negara.
Konsultasi publik ini ditujukan untuk mencari pemahaman yang sama antara pemerintah dan masyarakat Trenggalek mengenai pentingnya dilakukan revisi rencana tata ruang wilayah ini.
Ditanya mengenai alasan apa, Pemkab Trenggalek mewacanakan melakukan revisi RTRW, Bupati Trenggalek Emil Elestianto Dardak, didampingi Wakilnya Mochammad Nur Arifin menjelaskan, melihat kondisi dilapangan, 21% kurang lebih RTRW kita membutuhkan perubahan karena tidak sesuai dengan realita dilapangan.
“Ada kantor kita yang berdiri dikawasan hutan,” ucap Wakil Bupati Trenggalek, Mochammad Nur Arifin, Jumat (12/10/2018).
- DUET TANTRI – TIMBUL RESMI PIMPIN KABUPATEN PROBOLINGGO 5 TAHUN KE DEPAN
- PEMKAB TRENGGALEK GELAR KONSULTASI PUBLIK
- BERIKAN AKSES PERMODALAN, PEMKAB TRENGGALEK LUNCURKAN KUR
- JAGA NETRALITAS ASN, PEMKAB PROBOLINGGO BENTUK 4 TIM PANTAU PILKADA
- HARAPKAN KINERJA PEMERINTAHAN OPTIMAL, PEMKAB TRENGGALEK TANDA TANGANI PAKTA INTEGRITAS
Ditambahkan Arifin, beberapa hari kemarin sempat juga menjadi permasalahan hukum, padahal itu masih tanahnya sendiri namun dianggap sebagai batas kawasan hutan.
Terpisah Bupati Trenggalek mengatakan, selain itu Pemerintah Daerah pernah ingin membangun gedung rawat inap namun itu harus menjadi kawasan persawahan padahal ini merupakan kawasan strategis untuk fasilitas publik untuk menyelamatkan nyawa orang.
“Inilah realita yang terjadi di lapangan, setelah dievaluasi oleh tim pakar maka 21% dilakukan revisi RTRW. Revisi RTRW ini pada intinya kita ingin merancang Trenggalek yang nantinya menjadi pusat ekonomi di Pesisir Selatan Jawa Timur,” tutur Emil.

Masih terang Wakil Gubernur Jatim terpilih ini, dari pusat kegiatan lokal menjadi pusat kegiatan wilayah. Artinya bagaimana nanti keberadaan infrastruktur pelabuhan, jalan nasional ini tata guna lahannya cocok.
“Disisi lain kita tahu longsor dimana – mana, jangan sampai kawasan yang seharusnya dijaga tegakannya, ternyata malah dikonfersi menjadi daya pertanian yang membahayakan karena longsor dan tanah gerak,” imbuhnya.
Selain itu, pembangunan Bandara di Kediri, Pelabuhan Niaga di Prigi, terhubungnya Koridor Jogja-Malang tentunya memberikan peluang ekonomi di Trenggalek berkembang.
Terlebih saat ini pemerintah sangat serius pengembangkan Kawasan Ekonomi Khusus di Prigi, pengembangan kota perdagangan dan jasa Panggul serta pengembangan kawasan kota di Trenggalek. (Mil)
Wagata Berita wagata berita adalah website yang berisikan berita-berita terkini.