Selasa, 13 November 2018, 8:26
Home / NEWS / PJ SEKDA TRENGGALEK KUKUHKAN PETUGAS KAMPUNG SIAGA BENCANA
Pengukuhan Petugas Kampung Siaga Bencana Panji Nawangkung Di Kecamatan Panggul Oleh Penjabat Sekda Trenggalek.

PJ SEKDA TRENGGALEK KUKUHKAN PETUGAS KAMPUNG SIAGA BENCANA

WAGATABERITA.COM – TRENGGALEK. Penjabat Sekretaris Daerah Kukuhkan Petugas Kampung Siaga Bencana Panji Nawangkung Kecamatan Panggul. Dalam mengantisipasi bencana alam, Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Trengalek melaksanakan kegiatan simulasi dan pembentukan serta pengukuhan Tim Kampung siaga bencana (KSB) Panji Nawangkung Kecamatan Panggul bertempat di Lapangan Desa Garam.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Dr. Ir. R. Harry Hikmat, selaku Direktur Jendral Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial RI, Pj Sekda Drs. Pariyo beserta OPD terkait.

“Simulasi bencana ini melibatkan masyarakat sekitar, Tagana, Basarnas, Kepolisian, TNI, dan dari Tim Medis. Dalam pelaksanaan simulasi semua dibuat seakan-akan nyata sedang terjadi bencana.

Dimulai dari kesiapan pembuatan tenda untuk menginap, pembuatan dapur umum, penanganan korban sampai penanganan trauma healing kepada para korban bencana,” terang Pj Sekda Trenggalek, Pariyo saat dikonfirmasi, Sabtu (27/10/2018).

Seusai mengukuhkan petugas Kampung Siaga bencana ini, Pariyo menyampaikan bahwa kampung siaga bencana (KSB) merupakan wadah penanggulangan bencana berbasis masyarakat yang dijadikan kawasan atau tempat untuk program penanggulangan bencana.

“Pembentukan kawasan seperti ini sangat penting sebagai upaya kita bersama untuk lebih peka akan situasi dan kondisi saat ini terutama dalam menghadapi dampak dari adanya kejadian bencana alam karena dampak bencana ini akan menimbulkan permasalahan sosial sehubungan dengan hal itu maka diperlukan kesiap-siagaan dari petugas perlindungan sosial korban bencana alam yaitu petugas kampung siaga bencana dan taruna siaga bencana,” imbuhnya.

Diadakannya simulasi tanggap bencana ini, lanjut Pariyo, bukan berarti mengharapkan terjadinya suatu bencana, namun diharapkan masyarakat lebih siap dan mengurangi resiko-resiko akibat bencana tanpa menggantungkan bantuan dari pemerintah.

Sementara itu Direktur Jendral Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial RI, Harry Hikmat mengatakan bahwa sudah selayaknya pengetahuan simulasi bencana alam di berikan sejak dini kepada anak-anak, tetapi harus dengan cara menghibur bukan malah menakut- nakuti yaitu dengan dikemas dengan cara yang lucu.

“Saya berharap dengan di kukuhkannya kampung siaga bencana ini masyarakat semakin mengerti apa saja yang harus dilakukan ketika terjadi bencana, misalkan Dapur Umum Mobil (DUM) yang dimiliki Dinsos ini peralatannya tidak mampu, masyarakat bisa dengan sukarela meminjamkan peralatan dapurnya untuk memasak hal inilah yang kita harapkan, sehingga penanganan pengungsi korban bencana alam bisa cepat tertangani,” tutur Harry. (Mil)

Check Also

TANGGAPAN BIJAK CAK YUHAS MENGENAI DIKSI SONTOLOYO DAN GENDERUWO

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Tahun 2018 digolongkan menjadi tahun politik, saat ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *