Selasa, 13 November 2018, 7:28
Home / NEWS / DEKLARASI KLA, AMBON AKAN LAKUKAN PERCEPATAN PEMENUHAN INDIKATOR KLA

DEKLARASI KLA, AMBON AKAN LAKUKAN PERCEPATAN PEMENUHAN INDIKATOR KLA

WAGATABERITA.COM – AMBON. Peningkatan jumlah daerah yang mendeklarasi Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) terus berkembang, hal ini menyebabkan ruang – ruang untuk fasilitas tumbuh kembang anak saat ini semakin membaik dan merata di seluruh wilayah Indonesia.

Diketahui pada tahun 2017 KLA telah dilakukan oleh 389 Kabupaten/Kota. KLA merupakan sistem pembangunan berbasis hak anak, yang ditujukan untuk pemenuhan hak anak dan perlindungan khusus anak.

Kali ini, Pemerintah Daerah Kota Ambon menunjukkan komitmennya menjadi bagian dari kabupaten/kota menuju layak anak, Sabtu (03/11/2018).

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Yembise yang hadir pada deklarasi KLA di Ambon mengatakan, “Tujuan utama dari KLA adalah demi kepentingan terbaik bagi anak dan terwujudnya Indonesia Layak Anak (IDOLA) di tahun 2030. Tahun 2018, penghargaan KLA telah diberikan bagi 177 Kabupaten/Kota. Namun, hingga saat ini belum ada satu daerah pun yang dapat disebut Kabupaten/Kota Layak Anak, karena belum ada yang memenuhi 24 indikator KLA. Untuk itu, diberbagai kesempatan selalu saya tekankan pada pimpinan daerah untuk mengejarnya. Termasuk Kota Ambon yang hari ini dengan bangga telah melaunching KLA,” ujarnya.

24 indikator yang terbagi dalam 5 (lima) klaster hak anak harus dipenuhi setiap daerah agar Kabupaten/Kota disebut Layak Anak. Pertama, hak sipil dan kebebasan. Kedua, lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif. Ketiga, kesehatan dasar dan kesejahteraan. Keempat, pendidikan, pemanfaatan waktu luang dan kegiatan budaya, dan kelima adalah perlindungan khusus. Menurut Menteri Yohana memang tidak mudah untuk mewujudkan, namun bukan berarti tidak bisa.

“Saya berharap komitmen yang kuat dari semua pimpinan dan perangkat daerah, termasuk lembaga masyarakat, perguruan tinggi, dunia usaha dan media, agar tahun 2019 Kota Ambon dapat memperoleh penghargaan KLA. KLA akan berhasil jika semua pemangku kepentingan mendukung dan bersinergi bersama seluruh elemen masyarakat tanpa terkecuali. Tidak hanya pencapaian yang dikejar, namun juga hakikat penting KLA untuk memberikan tempat tinggal dimana anak bisa tumbuh dan berkembang secara wajar tanpa kekerasan,” jelas Menteri Yohana.

Di lokasi yang sama, Walikota Ambon, Richard Louhenapesy mengatakan dirinya bersama seluruh perangkat daerah akan melakukan upaya percepatan pemenuhan indikator KLA. “Jadi yang pertama, saya akan segera konsolidasi dengan seluruh kepala sekolah di Ambon untuk memberikan pencerahan kepada mereka bagaimana tekad kita untuk menjadikan Kota Ambon sebagai KLA. Kedua, saya juga akan sosialisasi dengan mengumpulkan seluruh Kepala RT, RW dan Lurah untuk memberikan informasi yang sama. Jangan sampai KLA hanya dikenal di kalangan elit, tapi di jajaran pemerintah tingkat bawah tidak paham untuk mempercepat 24 indikator KLA, jadi perlu sinergi,” jelas Walikota Ambon, Richard Louhenapesy. (Red)

Check Also

TANGGAPAN BIJAK CAK YUHAS MENGENAI DIKSI SONTOLOYO DAN GENDERUWO

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Tahun 2018 digolongkan menjadi tahun politik, saat ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *